arif's posts with tag: teladan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag teladan
Blog EntryLUKA ADALAH SUKSESApr 23, '07 12:29 PM
for everyone

 

Setelah melihat banyak kehidupan dan jalan hidup Orang Sukses, ternyata selalu ada “Luka” besar dalam kehidupannya. Memang orang hidup tidak pernah semuanya enak, dan lancar. Selalu ada saja yang tidak pas, yang tidak enak, dan menyesakkan, Dan untuk orang yang jadi sukses, hal ini, “Luka” yang dalam, selalu ada yang cukup besar dan membekas .

Luka ini dapat berupa kegagalan hingga bangkrut, dapat berupa kecelakaan , dapat berupa hancurnya rumah tangga, dapat berupa anaknya yang tersesat, dapat berupa tertipunya oleh orang yang paling dipercaya, atau berupa kekacauan kehidupan pribadinya.

Kesuksesan selalu punya harga yang harus dibayar. Orang yang super sibuk dan sukses, mulai dari Bill Gates atau Boss CNN Ted Turner atau Albert Einstein selalu punya “Luka” yang jarang diketahui orang luar, Orang Luar hanya melihat “Enaknya” saja.

Semua orang sukses terlihat enak, nyaman, kaya, baik, tanpa masalah. Itu tidak benar, orang sukses selalu mempunyai masalah dalam hidupnya. Apapun bentuk masalahnya. Kalau anda mengalami hal yang tidak enak, ada “luka” dalam hidup anda, itu adalah sebuah hal biasa yang harus anda hadapi dengan tegar tapi bukan sesuatu yang perlu anda ratapi terus menerus.

Dalam kehidupan keluarga, juga selalu ada saja problemnya, dari urusan cinta, mertua yang tidak cocok, atau family yang selalu minta tolong dan merepotkan, atau belum kunjung memiliki anak, atau keuangan yang sulit, kesehatan yang buruk, selalu ada bahan ketidak cocokan menyesakkan serta beban hdsup lainnya.

Tetapi jika ingin memahami, bahwa inilah hidup, inilah kenyataan yang perlu dihadapi dan dijalani.

Orang yang sukses selalu punya luka yang dalam, apalagi orang yang tidak sukses alangkah banyaknya “Luka” dalam hidupnya.

Semua orang mempunyai “Luka” besar atau kecil dan apakah sudah disembuhkan atau belum.

Kesadaran ini yang menguatkan kita untuk menghadapi kesulitan dan membuat kita menghadapi kesulitan dan membuat kita jadi lebih “Kuat” dalam kehidupan kita. Semoga ini menyadarkan kita dan menguatkan kehidupan anda. Sukses untuk anda.

 


Blog EntrySEMANGKUK MIEApr 21, '07 2:01 PM
for everyone


Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana
segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?" " Ya, tetapi, aku tdk membawa uang" jawab Ana dengan malu- malu

"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk Bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. "Ada apa nona?" Tanya si pemilik kedai.
"tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah" "Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata "Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya"

Ana, terhenyak mendengar hal tsb. "Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb?
Utk semangkuk bakmi dr orang yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.
Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya.
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang". Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain
disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.
Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.


*mediadzikir*


Blog EntryIbuku inspirasikuSep 15, '06 12:25 PM
for everyone

eMail dari teman :

Waktu masih kanak-kanak, ibu pernah memintaku untuk mengangkut sekarung beras dari sebuah pabrik menuju ke rumah di kampung yang berbeda. Namun karena tenagaku yang tidak kuat, aku terjatuh di sebuah jembatan. Akibatnya karung beras itu jatuh di bantaran kali kecil itu. Sesampai di rumah ibuku mendengarkan semua alasanku. Aku khawatir ia akan marah. Namun, ternyata ia hanya berkata: "Oh jembatan kayunya kecil ya..." Padahal kejadian ini adalah untuk ketiga kalinya.

Sekali waktu ibu pernah memarahiku karena aku tak mau membantunya menimba air. Aku sedang malas dan barulah pertama kali itu aku tidak melakukannya. Di depan pintu dapur, ia hanya mengucapkan: "Nanti kalau besar mau jadi apa, kalau malas...". Aku pun pernah marah kepadanya. Karena ia telah memakan kue pisang kesukaanku yang diberi oleh tetangga. Dengan peluhnya sehabis membuat sapu lidi, ia langsung mengambil kue itu dan berkata: "Kamu gak mau kan...". Ibu tak memperhatikan jawabanku selain langsung memakannya, padahal aku sangat ingin.

Lain waktu setelah pulang dari sekolah, perutku lapar. Namun, aku tak menemukan nasi di meja makan dekat tungku api. Aku menemuinya, berharap ia menyimpan makanan itu di suatu tempat yang tak kuketahui. Tapi tebakanku salah. Dengan ringannya ia berkata: "Kamu panjat kelapa dan mencabut singkong di belakang rumah, lalu ibu yang memasaknya. Setelah itu kita makan bareng ya...".

Ibuku memang tak pernah marah ketika aku melakukan kesalahan, asalkan aku memberikan alasan yang bisa dimakluminya. Ia memberikan kesempatan dan waktu terus menerus untukku menyempurnakannya. Ia juga sangat menyukaiku bila aku mau disiplin dan tidak malas dalam melakukan sesuatu. Sedangkan, dulu yang kuanggap kesalahan ibu, justru ia mendidikku untuk belajar berempati dan menghargai jerih payah orang lain. Sewaktu kami kekurangan bahan makanan, ia mengajakku bekerja sama menjemput rezeki yang halal dan baik.

Aku terbiasa dengan perlakuan ibu kala itu. Kadang merasa nyaman, kadang was-was khawatir ibu akan marah. Walaupun aku menemui sikapnya berbeda jauh dari sangkaanku. Namun sungguh, di kala kami anak-anaknya menjalani kemiskinan justru ibu memperkaya diri kami dengan makna hidup yang sebenarnya. Memberikan asupan, semangat, dan cara mensiasati hidup dengan keridhoan terhadap apa yang didapatkan dan dijalani.
Ibuku lulusan sekolah rakyat dan tak mengenyam pendidikan tinggi. Ia adalah wanita yang dicintai dan disegani anak-anaknya. Satu hal saja yang menempatkan ibu pada posisi sangat dihargai oleh anak-anaknya. Yaitu soal calon pendamping hidup. Tak satu pun pasangan hidup anaknya, baik laki atau perempuan yang tak melalui "tes ujian menantu". Satu hal saja, yang akan selalu ia tanyakan, "Apakah kamu sanggup dalam kemiskinan dan kekurangan anakku?".

Saat ini aku telah menikah dan dianugerahi seorang anak yang memasuki tahun pertama usianya, ia telah dapat meniru banyak hal. Aku dan istriku mengajarinya beberapa hal, seperti berterima kasih, berdoa di setiap kesempatan, tanda hormat dengan mencium tangan, rela melepas dan memberikan mainannya. Bila ia menangis, aku ajarkan untuk menyadari sendiri tingkahnya. Sampai akhirnya ia terdiam dan bermain kembali tanpa campur tangan ibunya untuk menghentikan tangisnya. Ternyata, ia mau melakukannya walau membutuhkan waktu.

Namun dari semua itu, aku belajar dan terkayakan ilmu dari seorang wanita. Dialah Ibuku, yang menitipkan banyak nasihat dalam perjalanan hidupku, melekat, mendalam, dan penuh makna dengan ketulusannya. Aku bersyukur, Allah telah memberikan wanita hebat itu. Semua itu melahirkan sebuah inspirasi besar bagaimana mendidik anakku. Ibuku, inspirasiku. Aku akan berusaha melahirkan banyak hal untuk anak-anakku. Agar kelak mereka mendapatkan inspirasi luar biasa dan lebih baik setelahku. Walaupun aku tahu, ada sisi kekurangan dan keterbatasan ibu yang terbungkus dalam kesederhanaannya dalam hidup. Tentunya, setiap anak pasti akan menemukan kekuatan inspirasi itu dari seorang ibu bagaimana pun keadaannya. Wallahu'alam.

( Mahyudin Purwanto )

Blog EntryTirulah "Fisik Buah-buahan"Jul 1, '06 12:23 PM
for everyone

Dalam kehidupan ini adakalanya kita meniru keadaan fisik buah-buahan, fisik tersebut adalah:

JADILAH PISANG: Pohon pisang kalau berbuah hanya satu kali, lalu mati, artinya;KESETIAAN DALAM PERNIKAHAN.

JADILAH JAGUNG, JANGAN JAMBU MONYET: Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedabgkan JAMBU MONYET memamerkan bijinyayang cuma satu-satunya itu, artinya JANGAN SUKA PAMER.

JADILAH DUREN JANGAN KEDONDONG: Walaupun luarnya dipenuhi kulit yang bereduri, tetapi lembut dalamnya dan manis, berda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan didalamnya ada biji yang seperti duri, artinya: Don't Judge a book by the cover...JANGAN MENILAI ORANG DARI LUARNYA SAJA.

JADILAH BENGKUANG: Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi umbinya berwarna putih bersih. artinya: JAGALAH HATI JANGAN TERNODAI.

JADILAH TANDAN PETAI, BUKANLAH TANDAN RAMBUTAN, Tandan petai membagi makanan sama rata ke biji petainya, semua seimbang, tidak seperti buah rambutan, besarnya tidak merata ada yang kecil dan ada yang besar, artinya : SELALU ADIL DALAM BERSIKAP.

JADILAH CABE. makin tua makin pedas, artinya: MAKIN TUA MAKIN BIJAKSANA.

JADILAH BUAH MANGGIS, isinya bisa ditebak dari pantatnya, artinya JANGAN MUNAFIK.

JADILAH BUAH NANGKA, selain memberi buah, nangka memberi getah kepada penjual atau yang memakannya, artinya : BERIKAN KESAN KEPADA SEMUA ORANG (kesan baik).

 

 

 

                                           



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help