arif's posts with tag: tekno

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag tekno
Blog EntryBAHAYA TERLALU LAMA BERBICARA DENGAN PONSELNov 22, '07 11:10 AM
for everyone

Ini adalah sebuah percobaan tentang bahayanya berponsel ria.

Dibutuhkan :

  • 1 butir telur dan 2 ponsel
  • 65 menit percakapan dari 1 ponsel ke yang lainnya

 Set up seperti pada gambar

Kita mulai panggilan antara kedua ponsel selama kurang lebih 65 menit;

15 menit pertama tidak terjadi apa-apa…

Setelah 25 menit telur mulai hangat, setelah 45 menit;

telur sudah panas; dan setelah 65 menit telur matang…

Kesimpulan:

Jika radiasi gelombang mikro yang dipancarkan oleh ponsel mampu memodifikasi protein dalam telur itu. Bayangkan apa yang terjadi dengan protein dalam otak kita ketika kita bicara melalui ponsel.

Jangan tunda lagi. Segera beritahu informasi ini kepada teman/sanak keluarga/handai taulan.

Dengan Anda mau meluangkan sedikit waktu, Anda telah menyelamatkan orang-orang di sekitar Anda dari bahaya yang mematikan ini.  

 


Blog EntryTELEPON BEBAS TANPA PULSAMay 5, '07 4:28 PM
for everyone
Ponsel Tanpa SIM
Telepon Bebas Tanpa Ongkos

Ilustrasi "Telepon Beban Tanpa Ongkos" (GATRA/Fritz Pelenkahu)Onno W. Purbo kebanjiran e-mail. Hampir 2.000 e-mail dari berbagai penjuru Nusantara menyesaki mailbox pakar teknologi informasi ini sejak Senin pekan lalu. Ia sampai mengeluh kewalahan menerima e-mail berkapasitas total 10,5 megabyte (MB) itu.

Mail server Onno juga terancam mati karena kelebihan beban. Apalagi, ia sudah mengirim ratusan e-mail balasan sebesar 3 GB. Untunglah, sebuah situs mau menjadi rumah (hosting) naskah balasan itu. "Jadi, sudah tak perlu e-mail ke OWP (inisial namanya --Red.), bisa tewas internet gue," ujarnya.

Menurut Onno, banjir e-mail ini terjadi usai tampil di acara "Republik Mimpi" yang tayang di MetroTV, Ahad malam lalu. Ia menginformasikan sekilas tentang teknologi ponsel tanpa SIM card. Onno juga bertutur soal pembuatan antena pemancar wajanbolic. Penggunaan ponsel tanpa SIM card ini membuat pengguna bisa menelepon gratis.

Tentu saja info ini menarik minat banyak orang. Maklum, selama ini musykil menggunakan ponsel tanpa menyertakan SIM card. Apalagi digunakan untuk menelepon gratis. Jika ini bisa dilakukan, tentu saja akan menghemat biaya telepon. Maka, mereka pun mengirim e-mail pertanyaan bagaimana memanfaatkan teknologi ini.

Pertanyaan mereka bisa jadi mewakili puluhan juta pengguna ponsel di Indonesia. Apakah mungkin menelepon gratis dari ponsel tanpa SIM card? Ternyata memang bukan hal musykil. Menurut Onno, saat ini di Indonesia sudah beredar ponsel dan PDA (personal digital assistant) yang mendukung teknologi VoIP (voice over internet protocol) dan dibekali WiFi.

Ia menjelaskan, paduan dua fitur inilah yang memungkinkan pengguna ponsel bisa menelepon gratis bahkan tanpa mengaktifkan SIM card seluler. Syaratnya, pengguna harus berada di daerah hotspot (kawasan yang terkoneksi jaringan internet nirkabel WiFi). Kini sudah ada ribuan titik hotspot di Indonesia. "Saat ada di lokasi ini, aktifkan WiFi-nya, lalu gunakan VoIP untuk menelepon. Gratis," ia menjelaskan.

Sepertinya mudah dan sederhana, terutama bagi yang biasa mengakses internet dari ponsel. Tapi, bagi yang terbiasa hanya menelepon dan SMS, masih banyak pertanyaan di benak. Apalagi, untuk mengaktifkan VoIP perlu dilakukan pengesetan seperti membuat profil dari access point, membuat account dari session initiated protocols (SIP), dan profil dari fitur VoIP.

Ketidaktahuan ini juga terkait dengan keterbatasan jumlah vendor ponsel dan PDA yang punya fitur VoIP dan WiFi. Di Indonesia tercatat baru ponsel Nokia seri E yang mengusung fitur tersebut. Sedangkan di kelas PDA sudah ada beberapa vendor, misalnya HP dengan iPaq-nya. "Tapi harus di-install peranti lunak SJPhone untuk Pocket PC yang bisa dicari di Google," Onno menjelaskan.

Product Manager Enterprise Solutions Nokia Indonesia, Trisnawan Tjipto, membenarkan bahwa semua ponsel Nokia seri E bisa digunakan untuk VoIP dan WiFi. Namun baru dua seri E yang beredar di Indonesia, yaitu E61 dan E65. Selain itu, fitur ini juga melekat pada Nokia N80i. "Seri E61i dan E90i akan menyusul masuk Indonesia kuartal kedua ini," kata Trisnawan.

Ia mengakui, masih banyak pengguna ponsel yang belum tahu kelebihan paduan fitur VoIP dan WiFi. Tak mengherankan, saat demo Nokia seri E di Surabaya dan Padang, banyak peserta yang keheranan dan kagum. "Mereka bilang, ternyata bisa, ya, nelepon tanpa memakai SIM card," ujar Trisnawan.

Apalagi, ia melanjutkan, semua Nokia seri E bisa saling mengenali dan menelepon ke sesama Nokia seri E. Asal ada di dalam hotspot dan memanfaatkan teknologi SIP VoIP. Saat demo di Surabaya, ia memperlihatkan cara melakukan panggilan VoIP ke sejumlah nomor seluler GSM dan sambungan langsung internasional (SLI). Semua berhasil dilakukan tanpa memotong satu rupiah pun pulsa di ponsel. Tak mengherankan, ponsel seri ini kian diminati masyarakat. Bahkan seri E61 laris manis di pasaran.

Sayang, selain jumlah handset yang masih terbatas, harganya masih mahal untuk kantong mayoritas pengguna ponsel di Indonesia. Semua ponsel Nokia seri E masih dipatok minimal Rp 4 juta. Kendala lain, keterbatasan jangkauan jaringan. Radius WiFi hanya 30 meter hingga 100 meter. Dan belum ada BTS (pemancar) yang memungkinkan roaming antar-hotspot.

Menurut Onno, kendala jaringan ini bisa terpecahkan jika mengimplementasi teknologi WiMAX. Karena jangkauan BTS WiMAX bisa mencapai 50 kilometer. Kecepatan transfer data juga lebih cepat, mencapai 72 mbps (megabit per second). Alhasil, kualitas suara VoIP bisa makin oke.

Masalahnya, pemerintah terus menunda tender operator WiMAX. Awalnya, tender satu blok frekuensi WiMAX dijadwalkan Februari lalu. Namun akhirnya ditunda hingga pertengahan tahun depan. Alasannya, menunggu kesiapan industri komponen lokal dan penyempurnaan standardisasi WiMAX di dunia.

Meski masih terhadang beberapa kendala, baik Onno maupun Trisnawan optimistis, ponsel tanpa SIM card punya masa depan cerah. Mereka akan terus melakukan demo dan workshop di berbagai kota di Indonesia, baik bersama-sama maupun terpisah. Bulan lalu di Surabaya, mereka demo bersama. Namun, saat di Padang, Kamis lalu, Trisnawan sendirian. Sedangkan Onno akan mendemokan ponsel tanpa SIM card pada awal Mei ini di kampus Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Jakarta.

Astari Yanuarti

ReviewReviewReviewIRAN SIAP LUNCURKAN SATELITJan 26, '07 4:12 PM
for everyone
Category:Other
Iran Siap Luncurkan Satelit
Sabtu, 27 Januari 2007 | 01:19 WIB

TEMPO Interaktif, Washington: Iran kemarin dikabarkan akan segera meluncurkan satelitnya ke angkasa, sebuah langkah yang membuka dimensi baru kemampuan strategis militer Teheran. Demikian dilaporkan Aviation Week and Space Technology.

Menurut Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Alauddin Borujerdi, peluncur itu "akan segera menembakkan" satelit Iran. Borujerdi mengumumkan hal ini dalam pidatonya di hadapan murid dan ulama di Qom, tempat Iran melakukan sejumlah uji misil balistiknya.

Menurut majalah mingguan itu, peluncur satelit itu dapat dipakai untuk menguji teknologi serangan misil jarak jauh.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat sejauh ini belum bersedia memberi tanggapan terhadap laporan tersebut. Namun, peluncur satelit Iran ini mengkhawatirkan Barat karena mampu menembakkan misil balistik antarbenua, yang menjangkau Eropa, Rusia, Cina, dan India.

Pihak intelijen Amerika yakin, kata mingguan itu, peluncur Iran ini turunan dari misil Shahab-3, dengan jangkauan 1.300-1.600 kilometer. Badan Intelijen Pertahanan Amerika mengatakan Iran akan punya kemampuan mengembangkan misil antarbenua dengan jangkauan 4.800 kilometer pada 2015.

"Tapi tujuan program luar angkasa Iran terutama untuk mengorbitkan satelit pengintai, seperti Ofek milik Israel, dengan memakai peluncur satelit Iran dari wilayah Iran," kata bekas Ketua Organisasi Pertahanan Misil Israel Uzi Rubin.

Sementara itu, Ketua Badan Tenaga Atom Internasional Mohamed el-Baradei memperingatkan agar diskusi soal solusi militer terhadap krisis nuklir Iran dihentikan karena serangan terhadap Teheran akan menjadi tak bermanfaat dan merusak.

"Apakah mereka (Iran) punya pengetahuan (tentang nuklir)? Tentu mereka punya," katanya. "Apakah Anda

ReviewReviewINDIA BANGUN PERISAI PELURU KENDALI SATELITJan 23, '07 12:40 PM
for everyone
Category:Other
New Delhi (ANTARA News) - India, yang khawatir satelitnya terancam oleh peluru kendali, sedang membangun perisai dan mengadakan pembicaraan dengan Rusia serta negara lain untuk memiliki teknologi tersebut.

"Ancaman itu ada pada seluruh spektrum. Jadi, kita punya kepentingan untuk menggunakan teknologi, yang dapat melindungi satelit kita," kata seorang pejabat tinggi hari Selasa.

China baru-baru ini melakukan uji peluru kendali, yang dapat menghancurkan satelit, namun pejabat tersebut menekankan keinginan India untuk membangun tata pertahanan satelit tersebut bukan disebabkan oleh perkembangan China.

"Kami telah membahas pembangunan perisai itu sebelum China melakukan uji tersebut. Tidak ada kaitan antara keduanya," kata pejabat tersebut.

Pejabat itu mengatakan India sedang melakukan pembicaraan dengan "sahabat dekat", yaitu Rusia dan negara lain, yang telah memiliki teknologi tersebut.

Kantor berita India PTI menyebut teknologi tersebut hanya dimiliki Rusia, China dan Amerika Serikat.(*)

ReviewSATELIT LAPAN SUDAH MENGIRIM GAMBARJan 22, '07 12:39 PM
for everyone
Category:Other
Satelit Lapan Sudah Mengirim Gambar

JAKARTA--MIOL: Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Tubsat yang diluncurkan pada Rabu (10/1) lalu, sejak beberapa hari terakhir sudah mulai mengirimkan gambar pertama ke Stasiun Bumi di Rumpin, Bogor, Jawa Barat.

"Pada pukul 09.07 WIB hari ini (Jumat, 19/1), satelit tersebut mengirim gambar hasil pengamatan di sekitar Palimanan, Cirebon," kata Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan Dr. Ing. Agus Nuryanto didampingi sejumlah teknisi Satelit Lapan-Tubsat kepada Media Indonesia, Jumat (19/1).

Sebelumnya, data citra pertama di atas Indonesia bisa dipantau pada 13 Januari, pukul 08.44-08.56 WIB, tepatnya di atas Madura dan Jawa Timur.

"Gambar wilayah Indonesia kedua yang bisa dipantau adalah Pulau Bangka dan Pulau Sumatra pada 15 Januari, pukul 09.24-09.36 WIB," jelas Agus.

Rekaman gambar hasil pengamatan satelit tersebut, berdasarkan pemantauan Media Indonesia, tampak jelas memperlihatkan tekstur permukaan bumi seperti hasil pantauan satelit negara lain yang biasa ada di internet.

"Bedanya, dengan satelit sendiri kita bisa gunakan kapan pun. Sementara yang ada di internet adalah hasil rekaman beberapa tahun lalu," ungkap Agus.

Satelit mini dengan ukuran 45x45x25 cm itu, menurutnya, terbilang canggih. "Walau ukurannya kecil, satelit ini mampu mengirim gambar dengan resolusi ketajaman tinggi hingga 5 meter dan cakupan sapuan hingga 81 kilometer."

Hal ini karena satelit mikro Lapan-Tubsat memiliki dua kamera CCD warna. Yang pertama, kamera CCD warna 752x582 dengan color splitter prism dan lensa cassegrain 1.000 mm, bisa memberikan data gambar video dengan resolusi 5 meter dan cakupan orbit satelit 630 km. Kamera kedua, CCD warna 752x582 dengan lensa 50 mm, memberikan data video dengan resolusi 200 meter dan cakupan 81 km pada ketinggian yang sama.

"Kamera dengan cakupan lebar dapat mengamati secara umum rupa bumi yang mudah dikenal seperti pantai, pegunungan, lahan pertanian dan perumahan. Sementara, kamera dengan resolusi tinggi digunakan untuk mengambil informasi lebih rinci pada lokasi khusus," ujar Agus.

Teknisi satelit, Wahyudi Hasbi, yang ikut merancang satelit tersebut, mengatakan kelebihan lain dari satelit ini adalah punya kendali pada tiga sumbu secara interaktif (interactive 3-axis control) yang memungkinkan satelit mengarahkan kamera video ke arah kiri-kanan, depan-belakang dan atas-bawah dalam lintasan orbitnya.

"Juga bisa dikunci pada satu objek, jika butuh waktu pengamatan lebih lama," ujarnya.

Menurut Kepala Bagian (Kabag) Humas Lapan Syafridal Nurdin, bila sudah berfungsi maksimal, satelit pertama milik Indonesia ini bisa dimanfaatkan untuk memantau sumber daya alam, lingkungan dan penanggulangan bencana, sumber daya pangan, kehutanan, lingkungan pantai, tata guna tanah dan sebagainya.

Satelit yang dirancang empat putra Indonesia - Ayom Widi Parminto, Wahyudi Hasbi, Robertus Heru Tri Harjanto dan Muhammad Mukhayadi - tersebut, menurutnya adalah satelit dengan orbit polar dari kutub ke kutub.

"Untuk bisa mengamati seluruh wilayah Indonesia dengan lebih baik, dibutuhkan setidaknya tiga satelit polar lagi atau satu satelit dengan orbit equatorial. Di bumi sendiri, perlu ditambah stasiun lagi. Selain di Bogor, juga perlu stasiun pemantau di Koto Tabang (Sumbar), Pare-Pare dan Biak (Papua)," ulas Agus. (HR/DD/OL-03)




Category:Other
AS, Jepang, dan Australia Menyatakan Keprihatinan atas Uji Coba Senjata Anti-Satelit yang Dilakukan Cina

19/01/2007



Amerika Serikat, Jepang, dan Australia menyatakan keprihatinan kepada Cina mengenai laporan bahwa Beijing telah berhasil menguji-coba senjata anti-satelit yang baru pekan lalu.

Seorang jurubicara Dewan Keamanan Nasional Amerika mengatakan Washington yakin pengembangan dan percobaan senjata demikian tidak cocok dengan semangat kerjasama dalam bidang antariksa.

Di Jepang, Sekertaris Kabinet Yasuhiso Shiozaki mengatakan Tokyo prihatin akan setiap tindakan yang menghancurkan satelit buatan dengan misil balistik, dan menuntut penjelasan penuh dari Beijing. Australia juga ingin memperoleh penjelasan dari pemerintah Cina.

Laporan mengenai percobaan Cina itu mula-mula muncul dalam majalah “Aviation Week and Space Technology” dan badan intelijens Amerika yakin percobaan tersebut terjadi tanggal 11 Januari.

Cina belum mengakui percobaan itu, tetapi Departemen Luar Negeri Jepang mengatakan mereka telah menerima pesan dari Beijing bahwa pihaknya bermaksud damai.

*VOAnews*

ReviewReviewReviewBPPT KEMBANGKAN PESAWAT TANPA AWAKJan 17, '07 2:13 PM
for everyone
Category:Other
BPPT Kembangkan Pesawat Tanpa Awak

Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) untuk berbagai keperluan pemantauan dari udara, seperti pemetaan, pemantauan kebakaran hutan, mitigasi bencana, pencarian korban hingga keperluan militer.

"Prinsipnya PUNA mampu membawa terbang berbagai peralatan seperti kamera, alat pengintai dan sejenisnya hingga seberat 20kg," kata Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, Surjatin Wirjadidjaja di Jakarta, Senin.

Menurut dia, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah yang sangat luas dan memerlukan suatu wahana terbang yang mempunyai risiko kecil, hemat biaya, dan efektif dalam pengoperasiannya.

Mengenai harga pesawat nir awak dengan pesawat sejenis buatan negara lain, ia menyebutkan, sekitar ratusan juta rupiah. Nilai tersebut bertambah tergantung dari peralatan yang dibawanya.

Kegiatan pengembangan PUNA diawali dengan pembuatan wahana sasaran tembak atau target drone yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan prajurit Pusenart (Pusat Senjata Artileri) TNI-AD dalam menembak presisi, kata Surjatin.

Seiring dengan keberhasilan itu, kemudian dikembangkan PUNA doubleboom pada 2002, disusul PUNA dengan singleboom pada 2004 dengan desain rangka udara dan pembuatan prototipe yang kemudian dilanjutkan dengan pengembangan sistem telemetri dan mission payload, ujarnya.

PUNA singleboom dengan konfigurasi T-Tail itu, lanjut dia, dirancang mempunyai kecepatan jelajah 80 knot dengan jangkauan terbang mencapai 30 km di ketinggian sekitar 7.000 kaki.

Pada 2006, lanjut dia, pengembangan PUNA telah mencapai tahap pengembangan sistem telemetri dan otonomous dan diharapkan segera bisa disertifikasi untuk diproduksi.

Dengan dana DIPA sebesar Rp1,3 miliar, disebutkan, BPPT bekerjasama dengan UKM Djubair dan P.T Aviator telah berhasil mengembangkan dua prototipe PUNA Wulung, yaitu prototipe singleboom dengan TTail juga prototipe singleboom dengan Inverted VTail.

Selain itu dikembangkan pula dua sistem telemetri onboard untuk dua buah pesawat dan Ground Control Station yang menampilkan data transfer dari onboard system telemetry secara langsung, katanya.(*)


ReviewReviewReviewSATELIT LAPAN-TUBSAT DILUNCURKANJan 17, '07 2:06 PM
for everyone
Category:Other
JAKARTA--MIOL Satelit mikro LAPAN-TUBSAT milik Indonesia yang diluncurkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dari India, hingga Minggu (14/1) masih menjalani tes orbit.

Tiga stasiun pemantau di bumi melakukan pemantauan untuk menguji fungsi seluruh sistemnya. "IOT (in orbit test) ini akan berlangsung mulai dua hingga empat minggu. Setelah itu, satelit ini diperkirakan sudah bisa mengirimkan gambar," kata Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, Agus Nuryanto kepada Media Indonesia, Minggu (14/1).

Tiga stasiun bumi yang melakukan pemantauan yakni di Berlin (Jerman), Rumpin, Bogor (Indonesia) dan sebuah lagi stasiun di Kutub Utara. "Sejauh ini, segalanya berjalan lancar. Segala komponen satelit berfungsi dengan baik," katanya.

Setelah diluncurkan dari dari Satish Dhawan Space Center (SDSC) Sriharikota, India tepat pukul 09:23 India Standard Time (IST), pada Rabu (10/1), sinyal pertama diterima oleh Stasiun Berlin pada pukul 16.00 waktu Berlin (terdapat perbedaan waktu 4,5 jam India-Jerman).

Berikutnya, Stasiun Bumi Satelit Mikro di Rumpin menerima sinyal pertama pada pukul 21.26 WIB.

Saat itu, satelit baru saja menjalani orbit dan melakukan pengisian lima baterai berkapasitas 12 Ah dari tenaga sinar matahari. "Sekarang seluruh batery sudah full, sehingga semua komponen yang ada mulai diuji satu persatu," jelas Agus.

Satelit berbobot 57 kg yang diluncurkan bersama dua satelit milik India dan satu milik Argentina ini, berfungsi sebagai video survaillance satellite (satelit pemantauan) yang dikembangkan LAPAN bersama Technical University of Berlin.

"Satelit ini membawa S-band data transmission system, sebuah video kamera resolusi tinggi hingga lima meter dengan swath (luas cakupan) mencapai 3,5 km. Pada satelit ini juga terdapat video kamera berwarna resolusi rendah 200 meter dengan swath 81 km," jelasnya.

Satelit ini juga dilengkapi layanan pesan pendek store & forward dengan transmisi telemetry & telecommand pada frekuensi UHF dengan band rate 1200 bps.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas Lapan Syafridal Nurdin mengatakan satelit ini berguna untuk memantau kebakaran hutan, gunung berapi, banjir dan situasi permukaan bumi lainnya. "Fasilitas store dan forwardnya juga dapat digunakan untuk misi komunikasi beberapa remote area di Indonesia," ujarnya.

Menurut Syafridal, satelit ini memiliki kemampuan melakukan manuver attitude melalui komando interaktif dari bumi. "Sehingga pemantauan lokasi tertentu dengan video surveillance-nya dapat diatur sesuai kebutuhan pada saat melintasi Indonesia."

Manuver attitude ini dilakukan dengan menggunakan Attitude Control System yang terdiri dari 3 reaction wheel, 3 gyro, 2 sun sensor, 3 magnetic coil dan sebuah star sensor untuk navigasi satelit. Satelit ini mengambil daya dari 5 buah baterai berkapasitas 12 Ah dengan 4 buah solar panel.

Sebelumnya, peluncuran satelit mikro ini sempat tertunda enam kali karena berbagai alasan teknis. "Sehingga, kita amat mensyukuri lancarnya proses peluncuran tersebut. Apalagi, ini merupakan satelit mikro pertama milik Indonesia yang melibatkan hasil karya putra Indonesia," ujar Syafridal. (HR/OL-06)


Blog EntryMylo PRODUK BARU SONY BAGI PENCINTA DUNIA MAYASep 11, '06 8:59 AM
for everyone

 

Gadget produk baru Sony dirancang khusus untuk orang-orang yang banyak berhubungan dengan dunia maya. Sesuai dengan namanya Mylo yang berarti “My life online” bisa berkrim pesan instan, browsing internet, dan mengirim eMail. Hadir dalam pilihan warna hitam dan putih. Sony Mylo mempunyai layar LCD berwarna berkuran 2,4 inci, sama dengan dimensi PSP (Play Station Portable). Pengguna juga diberi kemudahan untuk menulis pesan dengan keyboard Qwerty yang bisa dibuka secara slide.

Untuk koneksi Internet menggunakan teknologi Wi-Fi yang lebih hemat biaya. Disediakan memori internal 1 GB yang bisa digunakan untuk menyimpan data. Jika kurang, bisa dipasang kartu memory Stick Pro Duo sebagai tambahan. Sa’at mengoprasikan, pada tampilan awal terdapat “What’s Up” screen. Maksimal bisa memasukan hingga 90 data teman. Dapat mengetahui siapa yang sedang Online. Fasilitas HTML browser yang tersedia didalamnya bisa terhubung dengan Yahoo Mail, Gmail. Bagi penggemar Chatting, Sony Mylo dilengkapi fitur Instant messaging dari Yahoo Messenger, google Talk dan Skype.

Sambil ngobrol atau browsing, juga bisa mendengarkan koleksi MP3, WMA. Ketika ada waktu luang, pengguna dapat menonton film berformat MPEG-4. Kita bisa berbagi dengan pengguna Mylo lain, tinggal dekati pemiliknya dan apabila terdeteksi Mylo yang digunakan maka bisa berbagi koleksi Foto, Video, Lagu-lagu melalui Bluetooth sebagai sumber tenaga Sony Mylo menggunakan baterai Litium yang dapat diisi ulang. Suplai daya bisa tahan hingga 45 jam untuk pemutaran lagu dan 7 jam ketika dipakai chating atau browsing.

Muncul di Pasaran pada 6 September 2006. Mylo tidak dilengkapi Software Game didalamnya. Selain itu gadget ini juga tidak dapat digunakan sebagai Sebagai Telepon Selular. Jika tertarik, siapkan kocek sebesar $350 untuk membawanya pulang.


Blog EntryJARINGAN INTERNET TENAGA SURYAAug 10, '06 10:50 AM
for everyone
TEMPO: Bruce Baikie dan Marc Pomerleau hanyalah karyawan di Sun Microsystems. Tapi kiprahnya di sebuah organisasi nirlaba, Green Wi-Fi, setidaknya akan memberikan manfaat besar bagi anak-anak di negara miskin, jauh dari tempat tinggal mereka di San Fransisco, Amerika Serikat.

Baru-baru ini Baikie dan Pomerleau mengembangkan akses Internet melalui jaringan nirkabel (wireless fidelity/Wi-Fi) dengan menggunakan tenaga surya. Teknologi ini mereka kembangkan untuk aplikasi di daerah terpencil di negara berkembang, yang belum terjangkau jaringan listrik.

Seperti di daerah India bagian utara. Di sana sudah tersedia koneksi telekomunikasi kabel untuk Internet. Namun, sayang, justru kabel listrik yang belum tersambung. Pomerleau dan Baikie memilih teknologi Wi-Fi karena teknologi ini yang paling masuk akal dan relatif lebih murah untuk dikembangkan.

Konsep yang mereka pakai cukup simpel. Setiap node (perangkat yang mampu berinteraksi dalam jaringan) diberi sebuah router yang dilengkapi baterai dan panel surya untuk mengisi baterainya. Node itu ditaruh pada atap, dan sinyal jaringan Wi-Fi ditransfer melalui standar jaringan nirkabel 802.11b/g.

Baikie juga merancang software yang mampu mengatur kerja jaringan ini. Bila asupan energi berkurang sedikit, akses Internet pada beberapa komputer tertentu akan terputus, dan hanya memberikan akses pada kelompok tertentu, misalnya guru. Bisa juga lebar-pita yang dipakai bakal dikurangi, sehingga pengguna hanya dapat memakai e-mail, misalnya. Jadwal dan lama pemakaian Internet pun bisa diatur.

Tapi apa yang terjadi bila musim hujan tiba? Nah, Baikie dan Pomerleau menambahkan sebuah pengontrol pada alat itu untuk melakukan pengaturan otomatis dalam menyuplai energi ke router. Konsumsi energi disesuaikan dengan situasi, bergantung pada level baterai yang masih tersisa dan jumlah sinar matahari yang mereka terima di panel surya.

Saat dites di atap dapur rumah Baikie di Bay Area, hujan sempat turun hingga 28 hari. "Tapi jaringan bisa tetap berjalan dengan lancar," kata Pomerleau. Bahkan, setelah masuk hari ke-30, jaringan juga tetap menyala. Semua peralatan ini hanya memakan biaya US$ 200 atau sekitar Rp 1,8 juta untuk tiap node.

Saat ini, Green Wi-Fi telah mendapatkan dana awal dari Program One Laptop Per Child (OLPC) untuk memproduksi dan menguji prototipe node yang akan digunakan. OLPC adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memberikan komputer jinjing kepada anak-anak di negara miskin seharga US$ 100 atau Rp 900 ribu.

"OLPC menunjukkan minat yang besar untuk masalah ini," ujar Pomerleau. Maka Pomerleau pun akhirnya menanggalkan pekerjaannya sebagai anggota staf pemasaran di Sun. Pilot project ini akan segera dimulai musim panas ini, di tiga sekolah di India bagian utara, Uttar Pradesh.



WALIKOTA PHILADELHIA telah mengumumkan selesainya kontrak yang membuat PHILADELPHIA sebagai kota besar pertama di dunia yang menyediakan Jasa Internet tanpa kabel untuk penduduknya, jasa ini akan aktif tahun 2007.

Kontrak ini diadakan dengan penyedia Internet EARTHLINK yang bermarkas di Atlanta. Biaya pemasangan jaringan dan Biaya Operasi tidak kurang dari US  $ 22 juta. Penerima (Transiever) akan dipasang di sekitar  4000 Lampu lampu kota, Biaya Survey Jaringan US $ 300 ribu, dengan kecepatan Download 6Mbps (4X DSL High Speed).

EARTHLINK dimasa depan akan menerima keuntungan dari pelanggan dan penjualan mereka secara Grosir kepada Perusahaan perusahaan penyedia layanan Internet. Direncanakan biaya per bulanadalah $ 20, untuk penduduk yang kurang mampu $ 10 saja. Kegiatan ini bermaksud untuk membantu Penyebaran Teknologi Informasi  untuk penduduk Philadelphia.

Orang Philadelphia akan bisa berinternet di seluruh lokasi secara bergerak. disekolah/kampus, Perpustakaan, di kendaraan bisa bermain Internet/MP dengan laptopnya.

Jakarta sudah pantas mengikuti Teknologi ini.



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help