arif's posts with tag: kesehatan
Prof. S Periasamy DIM & D ACC - Bohiraj Vedante Maharish Charity, Kantha Health And Research, Centre Karur 639006, TN India Tuhan telah memberi kita air yang banyak dan gratis. Tanpa mengeluarkan uang untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter, dll. Hanya minum air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan. Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini : 1. Sakit Kepala * Asma # Hosthortobics 2. Darah Tinggi * Bronchitis # Kencing Manis 3. Kurang Darah * TBC Paru-paru # Penyakit Mata 4. Rematik * Radang Otak # Pendarahan di Mata & 5. Lumpuh * Batu Ginjal Mata Merah 6. Kegemukan * Penyakit Saluran Kencing # Haid tidak teratur 7. Radang / Sakit persendian * Kelebihan Asam Urat # L e u k I m I a 8. Radang Selaput Lendir * M e n c r e t # Kanker Peranakan 9. Gangguan Jantung * D I s e n t r I # Kanker Payudara 10 . Mabuk, Pusing, Gamang * A m b e I e n # Radang Tenggorokan 11. Batuk * S e m b e l I t Bagaimana Air Minum itu bekerja? Meminum air minum biasa dengan metode yang benar, memurnikan tubuh manusia. Hal itu membuat usus besar bekerja dengan lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises. Bahwa mucousal fold pada usus besar dan usus kecil diaktifkan oleh metode ini, merupakan fakta yang tak terbantah, seperti teori yang menyatakan bahwa darah segar baru diproduksi oleh mucousal fold ini. Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapa kali dalam sehari akan diserap dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah baru. Darah merupakan hal penting dalam menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur. Bagaimana melakukan terapi ini ? 1. Pagi hari ketika anda baru bangun tidur ( bahkan tanpa gosok gigi terlebih dahulu) minumlah 1.5 liter air, yaitu 5 sampai 6 gelas. Lebih baik airnya ditakar dahulu sebanyak 1.5 liter. Ketahuilah bahwa nenek moyang kami menamakan terapi ini sebagai "usha paana chikitsa". Setelah itu anda boleh mencuci muka. 2. Hal sangat penting untuk diketahui bahwa jangan minum atau makan apapun satu jam sebelum dan sesudah minum 1.5 liter air ini. 3. Juga telah diteliti dengan seksama bahwa tidak boleh minum minuman beralkohol pada malam sebelumnya. 4. Bila perlu, gunakanlah air rebus atau air yang sudah disaring. Apakah Mungkin Minum 1.5 Liter Air Sekaligus? Untuk permulaan, mungkin akan terasa sulit meminum 1.5 liter air sekaligus, tapi lambat laun akan terbiasa juga. Mula-mula, ketika latihan, anda boleh minum 4 gelas dulu dan sisanya yang 2 gelas diminum dua menit kemudian. Awalnya anda akan buang air kecil 2 sampai 3 kali dalam satu jam, tetapi setelah beberapa lama, akan normal kembali. Menurut penelitian dan pengalaman, penyakit-penyakit berikut diketahui dapat disembuhkan dengan terapi ini dalam waktu seperti tertulis di bawah ini: @ Sembelit - 1 Hari @ TBC Paru-Paru - 3 Bulan @ Kencing Manis - 7 Hari @ Asam Urat - 2 Hari @ Tekanan Darah - 4 Minggu @ Kanker - 4 Minggu Catatan : Disarankan agar penderita radang/ sakit persendian dan rematik melaksakan terapi ini tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam satu jam sebelum makan - selama satu minggu, setelah itu dua kali sehari sampai penyakitnya sembuh. Kami mohon dengan sangat, metoda diatas dibaca dan dipraktekkan dengan seksama. Sebar luaskanlah pesan ini kepada teman-teman, sanak saudara, dan tetangga - karena ini merupakan persembahan pada kemanusiaan. Dengan rahmat Tuhan, setiap orang hendaknya menjalani hidup sehat. " BILAMANA ANDA BERPARTISIPASI DALAM PENYEBARAN INFORMASI INI ANDA BAGAIKAN SEORANG DOKTER YANG TELAH MENYEMBUHKAN BERIBU-RIBU BAHKAN BERJUTA-JUTA MANUSIA".
oleh Dr Lai Chiu-Nan
Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian
juga, ayolah beritahu pada orang lain.
Dr. Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena
itu sebaiknya kita buat ini gratis juga. Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat.
Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya.
Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker.
"Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama" kata Dr. Chiu-Nan.
"Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di
Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker
biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya.
Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu.
Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja..
Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut ('nek,
busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan.
Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal."
Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr. Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah.
Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati,
karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.
Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut :
1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda.
Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.
2. Pada hari ke-enam jangan makan malam.
Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh "Epsom salt" (magnesium sulfat, garam Inggris??) dengan segelas air hangat.
Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu.
Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnya batu empedu.
Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam
Limbah air besar anda. "Batu-batu ini biasanya mengambang," menurut Dr. Chiu-Nan.
"Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu. Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.
Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.
***
*voanews* 14/12/2006
Para pakar peneliti Amerika yang melakukan penelitian HIV Afrika telah mendapati bahwa penyunatan pria dewasa dapat mengurangi separuh risiko terinfeksi virus AIDS dalam hubungan kelamin heterosex.
Institut Kesehatan Nasional Amerika mengatakan kemarin bahwa penelitiannya di Kenya dan Uganda berakhir lebih cepat setelah hasil awal menunjukkan manfaat penyunatan yang dilakukan dokter.
Institut itu mengatakan mereka meneliti lebih dari dua ribu orang priya yang tidak mengidap HIV di Kenya. Mereka mendapati bahwa HIV berkurang 53 persen pada priya yang disunat, dibandingkan dengan yang tidak disunat.
Penelitian hampir 5 ribu priya yang tidak mengidap HIV di Uganda menunjukkan bahwa penyebaran HIV berkurang 48 persen pada priya yang disunat.
Institut itu mengatakan mereka menyediakan penyunatan bagi semua priya yang turut dalam penelitian tadi.
TANYA JAWAB TENTANG KHITAN dunia-ibu.org
Tanya
Ternyata ada yang lebih penting lagi, anakku kena ISK lagi, padahal usia 9 bulan pernah kena juga sudah diobati, tapi ternyata kuman/bakterinya masih terus ada. Phimosis-nya juga masih. Dsa anakku merujuk untuk circumsisi secepatnya dari pada kumannya berputar-putar terus, meski sudah diobati antibiotik beberapa kali, menurut dsa, ISK ini ada kaitannya dengan susah makannya, berat badannya yang kurang dan bisa mengakibatkan pertumbuhannya terlambat. Karena hal tersebut, maka kami memutuskan untuk secepatknya melakukan khitan/sunat. Aku minta info dan sharingnya ibu yang pernah melakukan sunat/khitan bayi, anakku umurnya 12 bulan), - kenapa disunat? terutama karena alasan medisnya apa? - dilakukan oleh dokter? atau mantri? dimana? biaya? - prosesnya bagaimana? Aku tunggu ya bu, Insya Allah, kami sudah mantap mau khitan, ketika ultahnya yang pertama tega tidak tega deh, Mohon doa restunya juga, semoga niat ini bisa terlaksana dengan baik doakan juga ya, semoga dengan melaksanakan sunah nabi ini, anakku, terutama kondisi kesehatannya makin baik, dan pertumbuhannya bisa kembali normal, amin [Ley]
Jawab
Turut prihatin ya sama kondisinya anak mbak, aku doakan mudah-mudahan cepat sembuh, yang sabar ya, memang kalau anak sakit kita sedihnya bukan kepalang, kadang aku berdoa biar sakitnya dilimpahkan ke aku saja. Soal khitan, anak-anakku sudah disunat waktu mereka usia dibawah 1 bulan - kenapa disunat? terutama karena alasan medisnya apa? karena alasan kesehatan dan kebersihan. Kebetulan di sini bayi cowok itu kalau mau disunat dianjurkan usia dibawah 30 hari. - dilakukan oleh dr? atau mantri? dimana? biaya? oleh dokter mereka. Di ruang khusus ditempat prakteknya dia. biayanya $250. - prosesnya bagaimana jadi nanti si bayi di tidurkan ditempat tidur khusus yang ada ikatan buat ke dua kakinya dan tangan (kasihan melihatnya tidak tega, waktu itu suamiku yang menemeni. Sunatnya sendiri cepat paling cuma 5 detik, tapi prosesnya sekitar 15-30 menit. Anak-anak menangisnya sebentar kok, begitu diapernya dipakein lagi (yup! bisa langsung pakai diaper) terus digendong suamiku tangis mereka berhenti, sunatnya juga cepat keringnya dan setelah itu bayinya akan lupa [RKM]
Aku mau berbagi saja, kalau suamiku juga dulu umur 3 bulan sudah disunat. Kalau dia masalahnya *kata ibu mertuaku* karena kalau pipis sering menangis kesakitan. Dulu disunatnya di RS Carolus. Jadi mbak tenang-tenang saja, bayangkan dulu suamiku tahun 1974 disunatnya, pasti tehnologi sekarang sudah super canggih, Insya Allah hasilnya juga lebih bagus [WA]
Anakku dulu khitan waktu umurnya baru 1 bulan. Penyebabnya sama Phimosis juga, dulu khitannya di RSPP pakai metode laser oleh dokter bedah anak. Biayanya waktu itu tahun 2001 Rp 1.000.000,- Mahal memang, tapi secara anakku baru 1 bulan, aku sama suamiku khawatir saja ada apa-apa kalau sunatnya di mantri. Jadi setelah konsultasi sama DSAnya kami putuskan dikhitan di RS saja jadi kalau ada apa-apa bisa langsung ke DSAnya. Prosesnya tidak lama, biusnya juga lokal. Orangtua boleh masuk menemani. Dulu malah aku bertiga sama mertuaku di dalam, ibuku menunggu diluar. Sembuhnya cepat, 3 hari juga sudah kering [Ml]
Dulu anakku disunat umur 10 bulan, karena fimosis juga. Dilakukan oleh dokter bedah anak (dr. darmawan) di RS Setia Mitra. Biaya waktu itu tahun 2003 sekitar Rp 2.000.000,-. Karena faktor usia, umur 10 bulan tidak mungkin bius lokal di penisnya saja, soalnya pasti meronta-ronta, jadi harus bius umum, pakai yang dihirup itu (katanya ini lebih ringan ketimbang yang disuntik). Semalam sebelumnya puasa dulu. Untuk sunat ini pakai dokter anastesi khusus, jadi yang bius bukan dokter bedahnya. Prosesnya sendiri aku tidak lihat, karena tidak boleh masuk, tapi cuma sekitar setengah jam di dalam, waktu aku masuk si bayi langsung dibangunkan. Dan waktu bangun itu anakku juga tidak teler, langsung ngoceh agak marah-marah (sebel karena ditinggalkan ke orang yang tidak dikenal kali ya). Sampai rumah juga langsung biasa saja, langsung lincah, malamnya sudah manjat-manjat kursi lagi. Lukanya juga cepat sembuh, kira-kira sekitar 3-4 hari saja [Rn]
Aku juga pernah merasakan anak sakit-sakitan sepanjang bayinya. Anakku satu laki-laki. Waktu lahir sampai usia 3 bulan berat badan normal cenderung gemuk. Masalah timbul setelah dikasih DPT 1. Habis itu dia sakit terus, kepalanya pun panas terus. Terakhir usia 4 bulan, aku menemukan darah (sedikit, sejari kelingking) di diapernya. Oleh dokter, anakku dibilang infeksi saluran kencing. Ini yang membuat dia panas/demam terus. Akhirnya umur 4 bulan di operasi sirkumsisi. Namanya operasi dan yang melakukan dokter bedah dan dibius segala. Operasinya cuma sejam. Kita tidak boleh menunggui/masuk kamar operasi. Habis itu, dia harus dirawat di rs sekitar dua jam, untuk melihat reaksinya setelah selesai operasi dan bius hilang. Disini kita tunggui sampai dokter bilang boleh pulang. Alhamdulillah tidak ada komplikasi. Dan sembuhnya cepat. Sekitar sebulan. Tapi tidak bisa pakai diaper dulu. Ya, repotnya pas disini. Dan kita harus jaga bekas operasinya yang masih basah. Tapi selain itu, tidak ada masalah besar. Biayanya sekitar Rp 3.000.000,- (tahun 2002). Yang paling mahal karena pakai dokter bedah itu. Di RS daerah pondok bambu. Untuk soal infeksinya, sudah beres. Tapi anakku masih sakit terus. Berat badannya turun drastis dan dia jadi kurus. Umur setahun baru ketahuan kalau ternyata sistem imun badannya jelek sekali karena ada alergi (dokternya pakai istilah punya sensitifitas tinggi terhadap beberapa substance). Termasuk terhadap substance yang ada di vaksinasi. Aku bisa merasakan sekali kondisi Mbak dan anak. Mudah-mudahan ada jalan keluarnya ya, Mbak [Dvn]
Anakku disunat pada usia 2 tahun. Alasannya memang kita saja ortunya ingin cepat menyunatkan. Disamping itu waktu kontrol reguler dokternya bilang kalau penis Irsyad cenderung menyempit ujungnya. Karena tidak ada keluhan dokter sini bilang kita lihat saja dulu perkembangannya bagaimana. Kebetulan waktu pulang kampung kemarin, kita niat mau sekalian sunat. Di Bandung ditangani sama Urolog. Setelah di cek, terlihat ada kencederungan kearah fimiosis. Dokternya bilang ya sebaiknya disunat saja jangan tunggu ada keluhan dulu. Kemudian disunatlah Irsyad oleh Urolog itu. Melalui operasi dengan metoda Klasik di RSHS. Karena ada kecenderungan fimiosis itu menurut dokterku hanya bisa pakai metoda klasik, tidak bisa pakai yang lain misalnya cincin atau Laser. Persiapan sebelum operasi konsul ke dokter anak dulu, cek Lab,(darah, HB, laju endap darah sama apa lagi ya lupa) kalau dokter anak menyatakan kondisi sudah siap untuk operasi segera dilaksanakan. Alhamdulilah anakku pulih total dalam 5 hari. Moga-moga membantu ya, memang tidak mudah lihat anak kita tergolek dimeja operasi [SK]
Mbak, kalau baca dari masukannya ibu-ibu sepertinya insyaAllah jangan terlalu kawatir ya mba..(hiks..namanya anak pasti kawatir terus ya)..tapi bersyukur alhamdulillah masih ada yang dikawatiri ya tidak mbak [NMY]
Assalamualaikum Mbak Ley, anak mbak mesti disunat? Ya Allah aku tidak bisa membayangkan anak bayi disunat. Tapi kalau itu demi kebaikan dan kesehatan, mungkin lebih cepat lebih baik ya...toh, InsyaAllah nantinya juga akan disunat. Aku bisa meraskan ketakutan dan kekhawatiran mbak walaupun aku tidak punya anak cowo. Dulu saja ponakanku mau dikhitan aku tidak tega malah menangis padahal yang mau dikhitan tenang-tenang saja. Tapi alhamdulillah sekarang sudah semakin canggih kok mbak, bisa pakai dokter/mantri dan pakai laser.InsyaAllah anak mbak tidak papa dan semua berjalan lancar ya mbak....amin [Ri]
Anak-anakku (dua-duanya laki-laki, umur 32 bulan dan 6 bulan) sudah disunat sejak berumur 1 hari (1 hari dibutuhkan untuk melihat kondisinya setelah lahir kalau stabil baru disunat). Waktu itu alasan kita menyunat mereka adalah faktor kebersihan yang akan menunjang kesehatan dan tentu saja faktor agama. Sempat bingung jugag antara mau menyunatkan waktu bayi atau nanti kalau sudah besar seperti tradisi di Indonesia, tapi akhirnya kita memilih untuk menyunatkan mereka waktu bayi saja setelah tanya-tanya dan riset di internet. Sunatnya dilakukan oleh dokter, anak pertama dilakukan oleh dokter kandunganku (ObGyn) di Houston (kebetulan anak pertama lahir di Houston, disana juga biasa lho anak baru lahir disunat) lalu anak kedua dilakukan oleh dokter bedah di Kuala Lumpur (yang kedua lahir di Malaysia). Untuk biaya aku terus terang lupa biaya sunat anak pertamaku, sementara yang kedua kira-kira RM700 (Rp.1.750.000) di rumah sakit swasta yang tergolong besar. Prosesnya, kebetulan aku tidak lihat dua-duanya karena tidak tega, suamiku hanya lihat proses sunat anak keduaku (kita tidak boleh lihat proses sunat anak pertamaku kata ObGynku, kita berdua tidak akan tega). Menurut suamiku, prosesnya cepat sekali dan anakku menangisnya cuma sebentar, biusnya lokal. Anak pertamaku pakai metode Gomco Clamp, sementara yang kedua pakai metode Plastibell. Menurutku metode Gomco lebih nyaman buat bayinya karena 'burungnya' tidak dikasih cincin plastik (yang akan copot sendiri kira-kira> seminggu kemudian). Perawatannya pun mudah sekali buat bayi baru lahir (apalagi mereka masih hobby tidur tidak gerak-gerak jadi lebih cepat sembuh lukanya). Anak pertama cuma dikasih petroleum jelly, ditutup sama kassa steril dan pakai diaper lagi, yang kedua agak berbeda dikasih cream (kalau tidak salah antibiotik tipis-tipis sekali pakainya) lalu pakai diaper, semuanya tidak ada obat oral sama sekali. Oh ya, seminggu setelah sunat biasanya kita harus kontrol ke dokter lagi untuk diperiksa hasilnya (waktu anak pertama yang kontrol hanya DSA saja sekalian cek bayi baru lahir, anak yang kedua kontrol sama dokter bedah yang sunat) Alhamdulillah mereka cepat sembuh, dan sampai sekarang perkembangan mereka berdua alhamdulillah normal-normal saja. Kalau mau riset via internet banyak info tentang circumcision ini, lengkap sama metode dan foto-fotonya (salah satunya (http://www.infocirc.org/methods2.htm) biar bisa membayangkan seperti apa kalau anak mbak disunat). Semoga anak mbak lebih baik kondisi kesehatannya setelah disunat nanti [Ftr]
Rencananya anakku disunat, setelah antibiotiknya habis, minggu ini, terus setelah hasil kultur urinnya keluar, Insya Allah minggu depan. Mohon doanya ya, semoga kami diberi kekuatan menjalaninya & anakku diberi kesehatan lahir batihn, sebelum & sesudah circumsisi. AMIN [Ley]
Apa dasarnya Islam menganjurkan Khitan ??
menurut Iman Syafi'i dan Hambali, khitan itu hukumnya wajib bagi pria Muslim. Kedua mazhab ini berdasar kepada Alquran surat An Nisa' ayat 125 yang artinya, "Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedangkan dia pun mengerjakan kebaikan dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus."
"Dan ketahuilah salah satu ajaran Nabi Ibrahim a.s. itu adalah berkhitan," kata K.H. Miftah Faridl.
Menurut Direktur Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jabar ini, Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hambal berpendapat bahwa pria Muslim yang tidak dikhitan tidak sah menjadi imam dan tidak diterima syahadatnya. Alasan mereka adalah hadis yang diriwayatkan Abu Daud dan Ahmad yang disabdakan Rasulullah saw. kepada orang yang baru memeluk Islam, "Buanglah darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah."
Bahkan, Imam Ahmad bin Hambal berpendapat bahwa sembelihan yang dilakukan oleh pria yang tidak berkhitan tidak boleh dimakan dan tidak sah salatnya.
Islam mengajarkan betapa pentingnya kesehatan dan kebersihan dengan bersandar kepada uswah atau contoh Rasulullah saw. sebagaimana tersirat dalam sabdanya, "Kebersihan itu adalah sebagian dari iman" (H.R. Muslim).
Selain itu, juga firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 222 yang artinya, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri."
Khitan mengandung makna kesucian dan kebersihan dari kotoran-kotoran serta penyebab penyakit yang mungkin melekat pada penis atau zakar yang masih ada kulupnya sehingga dengan berkhitan maka kulup yang menutupi jalan air kencing itu dikhitan dan kotorannya terbuang.
"Sungguh, sebenarnya banyak manfaat positif dari berkhitan. Misalnya, berkhitan juga mengandung aspek pendidikan kesehatan. Dari segi pendidikan, anak yang berkhitan akan diajarkan untuk selalu bersih sebelum menegakkan salat. Dari segi kesehatan, jelas berkhitan akan menghindarkan diri dari terkena penyakit pada alat vital pria karena kotoran tidak mengendap di bagian kulup alat vital pria," tutur K.H. Miftah Faridl.
Berpuasa pada bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun dari beberapa rukun agama. Kewajiban melaksanakannya tidak membutuhkan dalil, dan orang yang mengingkarinya berarti tidak melaksanakan kewajibannya sebagai muslim. Tidak seorang muslim pun yang dibolehkan berbuka kecuali dengan alasan yang haq (benar).
Salah satu pengecualian yang membolehkan seorang muslim untuk tidak berpuasa diatur hukumnya dalam Al Qur’an yaitu: “…dan wajib atas orang-orang yang berat mengerjakan puasa (jika mereka tidak mengerjakan puasa) diwajibkan membayar fidyah, (yaitu) memberi makan kepada orang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya…” (Al Baqarah:184) Dalam ayat lain Alloh SWT berfirman: “Dialah Alloh yang menciptakan aku, maka Dialah yang memberi petunjuk kepadaku, Dialah yang memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit Dialah yang menyembuhkan aku.” (Asy Syu’araa : 78-81) Penyakit dapat mengenai siapa saja di muka bumi ini tanpa kecuali, atas kehendakNya, dengan manusia sendiri sebagai pemicunya. Di balik semua penderitaan yang dihadapi manusia, rahmat dan kasih sayangNya yang maha luas tercurahkan kepadanya. Sakitnya menjadi ujian, yang bila dapat dilewati dengan ikhlas dan sabar, maka akan dibalas dengan pahala yang besar dan menjadikannya penghapus dosa. Sakit yang membolehkan seseorang melakukan ifthor (membatalkan puasa), ialah jika seseorang benar-benar sakit, dan jika diteruskan, puasanya dapat menambah keadaan sakitnya bertambah parah ataupun membuat kondisinya memburuk; atau seseorang yang sehat jika ia berpuasa senantiasa menjadikannya sakit. Sedangkan jika hanya sekedar menyebabkan lemah dan kurus, itu masih belum membolehkannya untuk ifthor. Ukuran untuk mengetahui adanya dharar (bahaya penyakit dan sebagainya) adalah pengetahuan manusia itu sendiri, atas dasar pengalaman, maupun pendapat orang yang ahli dibidangnya. Dalam hal ini ada beberapa pendapat: Pertama :Kalau orang yang berpuasa itu sakit, ia khawatir dengan berpuasa itu akan menambah penyakitnya, atau memperlambat penyembuhannya, maka bila suka berpuasalah, dan bila tidak, berbukalah, tetapi tidak ada ketentuan (keharusan) berbuka baginya, karena berbuka itu merupakan rukhshoh (keringanan), bukan keharusan. Tetapi kalau menurut perkiraannya akan menimbulkan bahaya, maka ia harus berbuka, dan bila terus berpuasa, puasanya tidak sah, seperti disebutkan dalam Al Qur’an : “Dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Alloh terhadap kamu Maha Penyayang.”(An Nisaa’: 29). Dan yang kedua, jika seseorang sakit berpuasa karena yakin tidak membahayakan, tetapi kemudian ternyata sebaliknya, maka puasanya batal dan ia harus meng-qadha(menggantinya di hari di luar bulan Ramadhan).
Puasa Ramadhan dan Pasien Diabetes Melitus Diabetes melitus(DM) adalah suatu penyakit kronik yang tidak dapat sembuh, tetapi dengan mengendalikan kadar glukosa darah, komplikasi DM baik akut maupun kronik dapat dihindari. Pengidap penyakit ini dapat melakukan pekerjaan yang sama seperti orang tanpa diabetes, hanya saja terdapat keterbatasan, misalnya keteraturan makan, jenis olahraga, maupun pekerjaan yang pada intinya berusaha untuk mempertahankan kestabilan gula darahnya. Dari beberapa penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa berpuasa Ramadhan cukup aman bagi penderita DM dengan kadar glukosa darah cukup terkendali dan mengikuti petunjuk berpuasa, serta waspada terhadap keadaan hipoglikemi di sore hari.(buat highlight/boks) Untuk berpuasa ada syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pasien DM, yaitu sebaiknya sebelum puasa, kadar glukosanya sudah terkendali (gula darah puasa: <110 mg %, dan 2 jam setelah makan < 160 mg%). Dalam menjalankan ibadah puasa pasien DM dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu: Kelompok pertama adalah pasien DM yang kadar glukosa darahnya terkontrol dengan perencanaan makanan dan olahraga saja, dan tidak ada masalah untuk berpuasa. Pasien dalam kelompok yang kedua adalah mereka yang di samping melaksanakan perencanaan makan dan olahraga juga memerlukan obat hipoglikemik oral (OHO) untuk mengontrol kadar glukosa darahnya. Kelompok kedua ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu kelompok II.a. yang membutuhkan OHO dosis tunggal dan kecil; Glibenklamid 1x ½ tab/hr dan kelompok II.b. yang membutuhkan OHO dosis lebih tinggi dan terbagi; Glibenklamid pagi 2 dan sore 1 tablet. Kelompok kedua ini dapat berpuasa dengan memperhatikan perubahan dalam perencanaan makan, aktifitas fisik dan pengobatan. Pada kelompok ketiga, pasien DM selain perencanaan makan dan olahraga membutuhkan/tergantung insulin. Kelompok ini dianjurkan untuk tidak berpuasa dan dianggap tidak kuat berpuasa. Kelompok ini juga dibagi menjadi dua yaitu III.a. dan III.b. Kelompok III.a. membutuhkan insulin 1 x sehari; NPH 20 unit / hari sedangkan kelompok III.b. membutuhkan insulin 2 x / lebih perhari; RI 3 x x12 unit/hari. Tapi dengan motivasi yang kuat, sebenarnya pasien III.a. dapat melakukan ibadah puasa, dengan pemantauan yang ketat terhadap kadar gula darahnya, sedang III.b. tidak dianjurkan dengan alasan kadar glukosa darahnya yang tidak stabil, sehingga kerentanan terhadap terjadinya komplikasi ketosis maupun hipoglikemia di sore hari meningkat, apalagi pada DM dengan komplikasi berat. Ada beberapa kiat bagi pasien DM yang berpuasa, yaitu yang pertama, perlu diatur pembagian porsi makan dengan jumlah kalori yang biasa dikonsumsi sehari-hari: 40 % dikonsumsi waktu makan sahur, 50 % waktu berbuka dan 10 % malam sebelum tidur (sesudah sholat Tarawih). Kemudian, untuk makan sahur sebaiknya dilambatkan, serta melakukan aktifitas fisik sehari-hari dengan wajar seperti biasa. Dianjurkan juga untuk istirahat sebentar setelah Dzuhur. Khusus bagi mereka yang termasuk dalam beberapa kelompok pasien DM, yaitu kelompok II.a., OHO yang biasa diminum pagi hari dirubah menjadi waktu berbuka puasa. Bagi kelompok II.b., ada perubahan dosis obat: yang biasa diberikan waktu pagi dirubah pada waktu berbuka puasa. Sedangkan dosis sore dipindahkan pada waktu makan sahur. Untuk mencegah terjadinya hipoglikemi sore hari menjelang berbuka, maka dosis OHO sahur dikurangi separuhnya. Selain itu, pengendalian kadar glukosa darah juga diperlukan untuk mencegah komplikasi DM yang dapat terjadi. Hiperglikemia(terlalu tinggi) maupun hipoglikemia(terlalu rendah) adalah keadaan yang perlu dihindarkan. Tanda-tanda hipoglikemia yang perlu diketahui adalah: gelisah dan berkeringat, gemetar, berdebar-debar, rasa semutan pada lidah dan bibir, penglihatan ganda, bingung, dan bila dibiarkan dapat berlanjut pada keadaan kesadaran menurun dan kejang-kejang. Bila tanda-tanda ini sudah terlihat, maka pasien dianjurkan untuk segera membatalkan puasa dengan minum air gula dan dilanjutkan makan. Pemantauan dapat juga dilakukan dengan menggunakan uji strip dengan atau tanpa glukometer. (Rahma, sumber: Dr. Pradana S. SpPD KE, Kiat Puasa Ramadhan bagi Pasien DM dan Dr. Murdani A. SpPD, Puasa dan Penyakit Saluran Cerna)
(diambil dari Suplemen Ramadhan)
| |