Blog EntryHARI INI DIA, ESOK SIAPA LAGIMar 11, '08 9:54 AM
for everyone

Hari ini Dia, Esok siapa lagi ......

 

Dari kejauhan Jack terus menekan kuat pedal gas kendaraannya. Ia tidak mau terlambat. Apalagi lampu merah di wilayah yang dilaluinya menyala cukup lama.
Lampu lalu lintas berganti kuning. Sekitar tiga meter menjelang garis putih horisontal di jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang. Haruskah ia berhenti atau terus saja. "Ah, aku tidak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya, sambil terus melaju.
PRIIIT!!! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Hey, itu kan Bob, teman semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega.

Ia melompat keluar dari dalam mobil sambil berkata: "Hai, Bob! Senang sekali ketemu kamu lagi!". "Hai, Jack," sapa Bob tanpa senyum.
"
Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah. Hari ini dia ulang tahun, jadi dia dan anak-anak sudah menyiapkan pesta di rumah. Tentu aku tidak boleh terlambat dong," kata Jack.
Bob berkata, "Saya mengerti. Tapi sebenarnya saya sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini." Jack mulai gelisah. Ia harus ganti strategi. "Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat tadi lampu kuning masih menyala kok."
Aha.. terkadang berdusta sedikit tentu bisa memperlancar situasi.
"Jack, kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu," ujar Bob dingin. Dengan wajah ketus, Jack menyerahkan SIM-nya ke Bob lalu masuk ke dalam mobilnya dan menutup kaca jendela. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya.
Tak lama berselang, Bob muncul dan mengetuk kaca mobil Jack. Jack yang kadung kesal dan marah hanya membuka kaca jendela sedikit. Ujarnya mengumpat di dalam hati, "Ah, masa lima senti sudah cukup untuk memasukkan surat tilang?"
Sesudah Jack menerima surat tilang itu dia langsung menekan kembali pedal gas, memacu mobilnya dan cepat berlalu dari tempat tersebut. Tanpa berkata-kata Bob pun kembali ke posnya.
Setelah agak jauh dari tempat kejadian, Jack hendak memasukkan SIM-nya ke
dompet. Saat itu ia terkaget-kaget setelah melihat selembar surat tapi bukan surat tilang. " Surat apa ini? Ini bukan surat tilang! Kenapa ia tidak memberiku surat tilang?" tanya Jack. Seketika itu juga ia langsung meminggirkan mobilnya dan membaca surat dari Bob tadi.
Begini isi surat tersebut:
Halo, Jack. Tahukah kamu aku mempunyai seorang anak perempuan. Anakku satu-satunya. Ia sangat cantik dan lincah. Aku dan istriku sangat menyayanginya. Sayang, ia sudah meninggal karena tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah, saat ia melintas bersama ibunya di zebracross.
Anakku langsung meninggal di tempat. Istriku sampai saat ini mengidap depresi hebat. Pengemudi yang sembrono tadi hanya dihukum penjara selama tiga bulan saja. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi.
Sedangkan aku? Aku kehilangan malaikat kecil kesayanganku. Aku dan istriku masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengaruniai seorang anak lagi, agar dapat kami peluk. Tapi, kondisi istriku tidak memungkinkan.
Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Oh.. betapa sulitnya! Begitu juga kali ini.
Maafkan aku, Jack. Doakan agar permohonan kami mempunyai anak terkabulkan.
Berhati-hatilah saat menyetir.
Dari temanmu,
Bob

Jack kaget sekali saat ia membaca surat Bob. Ia langsung memutar balik mobilnya dan pergi ke pos jaga Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos itu, entah ke mana.
Sepanjang jalan pulang Jack mengemudi dengan hati-hati dan ia berjanji
dalam dirinya untuk menahan diri agar tidak ngebut dan menyetir
ugal-ugalan. Kali ini Ia teringat akan anak-anaknya.

Seorang gadis kecil, di tepi jalan..
Rambut melambai, berpita merah..

Senandung kecil ..la la la.. di bibirnya..
Dalam langkah kecil, seirama kakinya..

Satu perempatan jalan, dilewat sudah..
Si gadis kecil masih berjalan riang..

Di antara roda-roda, yang berputar di jalan..
Setengah batu lagi, sampailah di rumah..

Ketika si gadis melintas di jalan..
Matanya yang manis, mendadak menyala..
Sebuah kereta mesin yang ganas..
Menerjang dan... melindasnya. .

Gadis kecil terkapar di aspal panas..
Tinggal menatap ibu bapa, memungutnya. .

Sebuah permata keluarga hilang sudah..
Hari ini dia, esok lagi siapa....... ..

Hari ini dia, esok lagi siapa....... ..
Hari ini dia, esok lagi siapa....... ..

Memang, tak selamanya orang harus mengerti kita. Bisa jadi kesukaan kita
adalah kedukaan orang lain. Hidup ini sangat berharga, karena itu jalanilah
dengan penuh hati-hati dan saling menghargai.

*
Cerita ini dikutip dari milist FSRJ dan mengadopsi lirik "Hari Ini Dia, Esok Siapa" yang dinyanyikan Tika Bisono dalam album Suara Persaudaraan.

 


30 CommentsChronological   Reverse   Threaded
irmawan wrote on Apr 4
empati emg brg yg langka
ke mana aja pak?
dev38 wrote on Apr 4
indah sekali utk renungan, makasih mas arif......
ianpokian wrote on Apr 4
akang..... kumaha damang...

tos lama euy....

nun07 wrote on Apr 4
Hari ini dia, esok lagi siapa....... ..
hmmmmmm selalu begitu
sibohay wrote on Apr 4
Sebenarnya kejadiannya hampir persis dengan kejadianku belom lama.
Saya juga kena tilang dengan kondisi yg sama, dan walau kena tilang dan mengumpat dalam hati karena harus mengeluarkan uang yg cukup besar utk sebuah denda tilang, tapi dalam hati bersyukur karena sebenarnya dikasih peringatan untuk diri sendiri dan orang lain.

Thanks for sharing.
efibachmar wrote on Apr 4
Renungan yg bagus Arif. Makasih ya..
pitra13 wrote on Apr 4
daleeeem...tfs...
dessiwulan wrote on Apr 4
waktu aku dengerin lagu ini, dulu, aku sampe nangis...
skarang kemana ya kaset nya..;
sriyulis wrote on Apr 4
makasiiiih..
konefly wrote on Apr 4
Sebuah pencerahan yang bagus....!!
Thanks
yeyenkenta wrote on Apr 4
Mudah mudahan cerita ini bisa mejadi renungan buat kita kita yang demen ngebut ngebutan dijalan dan ngga sabaran dilampu trafik.
anggraini05 wrote on Apr 4
wah apa kabar kak arif,
=)
jengkikit wrote on Apr 4
tfs, Arif..... sangat menyentuh, semoga semua pengebut mempunyai teman seperti Bob!!!
feb05 wrote on Apr 4
indah banget ceritanya... makasih ya udh berbagi
arifbastari wrote on Apr 5
lagi ada kesibukan laen Kang
arifbastari wrote on Apr 5
Alhamdulillah
arifbastari wrote on Apr 5
Tos lami teu pendak sareng nu geulis, hehe....
arifbastari wrote on Apr 5
Insya Allah esok akan lebih berhati-hati
arifbastari wrote on Apr 5
Besok naik Trem aja kemana-mana
arifbastari wrote on Apr 5
halah ngeledek
arifbastari wrote on Apr 5
Ok, sama-sama thx
arifbastari wrote on Apr 5
nanti aku carikan lagu mp3
arifbastari wrote on Apr 5
kembali kasih
arifbastari wrote on Apr 5
amiin, amiin
arifbastari wrote on Apr 5
biar ngebut padahal waktu nyampenya beda dikit
arifbastari wrote on Apr 5
Alhamdulillah baek
arifbastari wrote on Apr 5
mudah-mudahan
arifbastari wrote on Apr 5
kembali kasih
uwee344 wrote on Apr 20
semoga dapat menjadi hikmah bagi seluruh pengendara untuk senantiasa berhati-hati
annilasyiva wrote on Apr 20
hiks terharu bacanya

hati-hati ah kalau mengendarai kendaraan
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help