Blog EntryAPAKAH MENGEMIS ITU HALAL ??Jun 13, '08 10:35 AM
for everyone
Bos Pengemis Tinggal Nikmati Hidup
Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.

---

Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ''karir''-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.

Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pe mas ukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.

Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.

Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.

***

Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik.

Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ''orang mampu''. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.

Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ''Yang penting halal,'' ujarnya mantap.

Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurtu dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI.

Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ''Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,' ' ungkapnya.

Karena mengemis di Bangkalan kurang ''menjanjikan' ', awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.

Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ''bakat'' Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat.

Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ''Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,'' ungkapnya bangga.

Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas. Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ''Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),'' tegasnya.

Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ''Kami berpencar kalau mengemis,'' jelasnya.

Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.

***

Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ''ilmu'' dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya.

Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ''Pokoknya sudah enak,'' katanya.

Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ''Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,'' kenangnya.

Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah.

Cerita tentang ''keberhasilan' ' Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ''Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,'' ujarnya enteng.

Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ''Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,'' tegasnya.

Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur.

Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ''pos khusus'', Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan.

Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri.

Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri mas a lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan. ..

***

Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari.

Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan.

Menurut Cak To, dia tidak me mas ang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ''Ya alhamdulillah, anak buah saya mas ih loyal kepada saya,'' ucapnya.

Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada mas jid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah mas jid di Gresik. ''Amal itu kan ibadah. Mumpung kita mas ih hidup, banyaklah beramal,'' katanya.

Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ''Saya ingin naik haji,'' ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti... (ded/aza)
 
Sumber : jawapos


Blog EntryBERTAKWA MENDATANGKAN RIZKIMay 2, '08 1:44 AM
for everyone

Banyak orang merasakan hidup ini semakin susah, Segala Usaha, Ihtiar selalu gagal dan macet, sedangkan beban hidup semakin berat. Sebagai seorang Muslim kita harus memiliki keyakinan untuk meraih Rizki. Ada beberapa hal yang mendatang Rizki, yaitu:

Bertakwa.

Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman,

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengada-kan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS: 65:3).

dan dinyatakan juga dalam (QS.7:96):

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa,
pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,
tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka
disebabkan perbuatannya.

Tawakal.

Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.

Rasulullah bersabda :

“Sungguh seandainya kalian bertawakal kepada Allah sebenar-benar tawakal niscaya kalian akan diberikan rizki sebagai-mana rizki-rizki burung-burung, mereka berangkat pergi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (HR. Timidzi No. 2344).

Allah swt juga berfirman, artinya,

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa,
pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,
tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka
disebabkan perbuatannya. ” (QS. 7:96)

Istighfar dan Taubat.
Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat,
sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,
“Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Rabbmu,
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” niscaya Dia akan mengirimkan hujan
kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. ” (QS. 71:10-12).

Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.

“Barang siapa yang memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah) niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihan jalan keluar, untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka “(HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)

Allah menegaskan pula dalam (QS. 11, Hud: 3) :

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat“.

dan dalam (QS. 5:39):

"Maka barang siapa bertobat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Itulah taubat yang menyesali dan menghentikan dosa dan maksiat kemudian menggantikannya dengan amal shalih dan keridhaan sesama.

Hijrah fisabilillah.

Hijrah ini membukakan pintu rizki Allah dengan janjiNya dalam surat An-Nisa ayat 100:

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Berinfaq.

Yaitu infaq yang dianjurkan agama, seperti kepada fakir miskin, untuk agama Allah. Infak manjadikan pintu rizki terbuka, Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji dalam (QS: Saba: 39)

“Katakanlah: “Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan (siapa yang dikehendakiNya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya”.

Meskipun sedikit, tetap diganti di dunia dan di akhirat (Tafsir Ibnu Katsir 3/595) jaminan Allah pasti lebih disukai orang yang beriman dari pada harta dunia yang pasti akan binasa (lihat At-Tafsir: Al-Kabir, 25:263) dan berinfak adalah sesuatu yang dicintai Allah (lihat tafsir Takrir wat Tanwir, 22:221).
Para malaikat mendoakan:

“Ya Allah, berikanlah kepada orang-orang berinfak ganti” (HR. Bukhari No. 1442).

Silaturrahim.

Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:

-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,
” Dari Abu Hurairah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim. ” (HR Al Bukhari)

-Sabda Nabi saw, artinya,
“Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, ” Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.” (HR. Ahmad )

Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.

Silaturahmi yaitu berbuat baik kepada segenap kerabat dari garis keturunan maupun perkawinan dengan lemah lembut, kasih dan melindungi (Muqatul Mafatih, 8/645)
Silaturahim ini menjadi pintu pembuka rizki adalah karena sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam:

“Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahmi”. (HR. Bukhari No. 5985)
.
Silaturahim ini menyangkut pula kerabat yang belum Islam atau yang bermaksiat, dengan usaha menyadarkan mereka, buka mendukung kemungkaran atau kemaksiatannya. Namun bila mereka semakin merajalela dengan cara silaturahim ini maka menjauhi adalah yang terbaik, namun tetap kita mohonkan hidayah.

Ibadah haji dengan umrah,

Umrah dengan hajji yang tulus hanya mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam:

“Lanjutkanlah haji dengan umrah, karena sesunguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api dapat hilangkan kotoran besi, emas dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan Surga.” (Ahmad No. 3669, Timidzi No. 807, Nasa’I 5:115, Ibnu Khuzaimah No. 464, Ibnu Hibban No. 3693).

Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas’ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
“Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, )
Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.


Blog EntryHARI INI DIA, ESOK SIAPA LAGIMar 11, '08 9:54 AM
for everyone

Hari ini Dia, Esok siapa lagi ......

 

Dari kejauhan Jack terus menekan kuat pedal gas kendaraannya. Ia tidak mau terlambat. Apalagi lampu merah di wilayah yang dilaluinya menyala cukup lama.
Lampu lalu lintas berganti kuning. Sekitar tiga meter menjelang garis putih horisontal di jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang. Haruskah ia berhenti atau terus saja. "Ah, aku tidak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya, sambil terus melaju.
PRIIIT!!! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Hey, itu kan Bob, teman semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega.

Ia melompat keluar dari dalam mobil sambil berkata: "Hai, Bob! Senang sekali ketemu kamu lagi!". "Hai, Jack," sapa Bob tanpa senyum.
"
Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah. Hari ini dia ulang tahun, jadi dia dan anak-anak sudah menyiapkan pesta di rumah. Tentu aku tidak boleh terlambat dong," kata Jack.
Bob berkata, "Saya mengerti. Tapi sebenarnya saya sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini." Jack mulai gelisah. Ia harus ganti strategi. "Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat tadi lampu kuning masih menyala kok."
Aha.. terkadang berdusta sedikit tentu bisa memperlancar situasi.
"Jack, kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu," ujar Bob dingin. Dengan wajah ketus, Jack menyerahkan SIM-nya ke Bob lalu masuk ke dalam mobilnya dan menutup kaca jendela. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya.
Tak lama berselang, Bob muncul dan mengetuk kaca mobil Jack. Jack yang kadung kesal dan marah hanya membuka kaca jendela sedikit. Ujarnya mengumpat di dalam hati, "Ah, masa lima senti sudah cukup untuk memasukkan surat tilang?"
Sesudah Jack menerima surat tilang itu dia langsung menekan kembali pedal gas, memacu mobilnya dan cepat berlalu dari tempat tersebut. Tanpa berkata-kata Bob pun kembali ke posnya.
Setelah agak jauh dari tempat kejadian, Jack hendak memasukkan SIM-nya ke
dompet. Saat itu ia terkaget-kaget setelah melihat selembar surat tapi bukan surat tilang. " Surat apa ini? Ini bukan surat tilang! Kenapa ia tidak memberiku surat tilang?" tanya Jack. Seketika itu juga ia langsung meminggirkan mobilnya dan membaca surat dari Bob tadi.
Begini isi surat tersebut:
Halo, Jack. Tahukah kamu aku mempunyai seorang anak perempuan. Anakku satu-satunya. Ia sangat cantik dan lincah. Aku dan istriku sangat menyayanginya. Sayang, ia sudah meninggal karena tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah, saat ia melintas bersama ibunya di zebracross.
Anakku langsung meninggal di tempat. Istriku sampai saat ini mengidap depresi hebat. Pengemudi yang sembrono tadi hanya dihukum penjara selama tiga bulan saja. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi.
Sedangkan aku? Aku kehilangan malaikat kecil kesayanganku. Aku dan istriku masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengaruniai seorang anak lagi, agar dapat kami peluk. Tapi, kondisi istriku tidak memungkinkan.
Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Oh.. betapa sulitnya! Begitu juga kali ini.
Maafkan aku, Jack. Doakan agar permohonan kami mempunyai anak terkabulkan.
Berhati-hatilah saat menyetir.
Dari temanmu,
Bob

Jack kaget sekali saat ia membaca surat Bob. Ia langsung memutar balik mobilnya dan pergi ke pos jaga Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos itu, entah ke mana.
Sepanjang jalan pulang Jack mengemudi dengan hati-hati dan ia berjanji
dalam dirinya untuk menahan diri agar tidak ngebut dan menyetir
ugal-ugalan. Kali ini Ia teringat akan anak-anaknya.

Seorang gadis kecil, di tepi jalan..
Rambut melambai, berpita merah..

Senandung kecil ..la la la.. di bibirnya..
Dalam langkah kecil, seirama kakinya..

Satu perempatan jalan, dilewat sudah..
Si gadis kecil masih berjalan riang..

Di antara roda-roda, yang berputar di jalan..
Setengah batu lagi, sampailah di rumah..

Ketika si gadis melintas di jalan..
Matanya yang manis, mendadak menyala..
Sebuah kereta mesin yang ganas..
Menerjang dan... melindasnya. .

Gadis kecil terkapar di aspal panas..
Tinggal menatap ibu bapa, memungutnya. .

Sebuah permata keluarga hilang sudah..
Hari ini dia, esok lagi siapa....... ..

Hari ini dia, esok lagi siapa....... ..
Hari ini dia, esok lagi siapa....... ..

Memang, tak selamanya orang harus mengerti kita. Bisa jadi kesukaan kita
adalah kedukaan orang lain. Hidup ini sangat berharga, karena itu jalanilah
dengan penuh hati-hati dan saling menghargai.

*
Cerita ini dikutip dari milist FSRJ dan mengadopsi lirik "Hari Ini Dia, Esok Siapa" yang dinyanyikan Tika Bisono dalam album Suara Persaudaraan.

 


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

di Metro TV dalam acara heritage Indonesia; Ditjen HAKI menyatakan, bahwa mendaftarkan karya seni dan budaya Indonesia yang tidak tahu asal usulnya atau no name, bisa didaftarkan ke :

DITJEN HKI Tangerang Jl. Daan Mogot Km 24 Tangerang Banten 15119 Telp. 021 5525388 / 5525995.

Bapak Ditjen HAKI menghimbau para Gubernur, Walikota, Bupati seluruh Indonesia segera mendaftarkan seni dan budaya ke Ditjen HAKI dialamat tersebut dengan cara pembayaran GRATIS.

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi telepon diatas.


Blog EntryMONYET BONBIN RAGUNANNov 27, '07 11:31 AM
for everyone

Dari seorang teman yang Alumni ITB dan UI, mudah-mudahan bermanfa'at.

Saking susahnya nyari kerjaan, akhirnya seorang  lulusan ITB terpaksa menerima tawaran bekerja di  Kebun Binatang Ragunan.   "Apa boleh buat, daripada  nganggur kerja beginian pun jadilah, yang penting  halal," begitu tekadnya. Maka, sejak hari itu sang
insinyur muda mulai bekerja sebagai  "monyet-monyetan".
Sepanjang hari harus betah mengenakan baju monyet,  pakai topeng monyet, sambil mengunyah pisang atau kacang rebus terus-terusan dan harus jempalitan  selincah mungkin untuk menarik perhatian pengunjung.
Pokoknya tak beda dengan monyet asli yang sudah  mulai punah.
Tak ayal lagi, pengunjung kebun binatang Ragunan  langsung membludak  karena ingin menyaksikan si monyet super yang konon  tidak hanya lincah dan gesit....tapi juga cerdas! 
Sayang sekali, yang namanya sial sulit dielakkan....dan akhirnya datang juga. Sedang  enak-enaknya jempalitan, tiba-tiba  gedebuk....byuuuurrrr!" sang monyet terjatuh kedalam  kandang buaya.
"Waduh, mati aku!" begitu pikirnya sebelum  dimangsa buaya-buaya ganas itu. Tapi, ketika mulut  buaya terbuka lebar siap menggigit, dari dalamnya
terdengar suara berbisik "Ga usah Takut bro ... gw  juga dari UI".


Blog EntryBAHAYA TERLALU LAMA BERBICARA DENGAN PONSELNov 22, '07 11:10 AM
for everyone

Ini adalah sebuah percobaan tentang bahayanya berponsel ria.

Dibutuhkan :

  • 1 butir telur dan 2 ponsel
  • 65 menit percakapan dari 1 ponsel ke yang lainnya

 Set up seperti pada gambar

Kita mulai panggilan antara kedua ponsel selama kurang lebih 65 menit;

15 menit pertama tidak terjadi apa-apa…

Setelah 25 menit telur mulai hangat, setelah 45 menit;

telur sudah panas; dan setelah 65 menit telur matang…

Kesimpulan:

Jika radiasi gelombang mikro yang dipancarkan oleh ponsel mampu memodifikasi protein dalam telur itu. Bayangkan apa yang terjadi dengan protein dalam otak kita ketika kita bicara melalui ponsel.

Jangan tunda lagi. Segera beritahu informasi ini kepada teman/sanak keluarga/handai taulan.

Dengan Anda mau meluangkan sedikit waktu, Anda telah menyelamatkan orang-orang di sekitar Anda dari bahaya yang mematikan ini.  

 


Blog EntryYANG DINAUNGI ALLAHNov 16, '07 11:06 AM
for everyone
Hadist dari Abu Hurairah yang telah disepakati al-Bukhary & Muslim Rasulullaah Shalallaahu 'alaihy wasallam bersabda:
 
"Ada 7 golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya. Pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya,yaitu: 
  1. Pemimpin yang adil
  2. Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya
  3. Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan Masjid
  4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul & berpisah karena Allah
  5. Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan cantik & berkedudukan untuk berzina tetapi dia berkata, "Aku takut kepada Allah"
  6. Seorang yang memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya
  7. Seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya."
Dalam riwayat Muslim yang lain, hadist dari Abu Hurairah, Rasulullaah Shalallaahu 'alaihy wasallam bersabda:
Sesungguhnya kelak di hari kiamat, Allah akan berfirman, "Dimana orang2 yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan memberikan naungan kepada-Nya dalam naungan-Ku di saat tidak ada naungan kecuali naungan-Ku" "Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai . Apakah tidak perlu aku tunjukkan pada satu perkara, jika kalian melakukannya, maka niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian"
 
*tantan.h*

Blog EntryBERAPA LAMA KITA DI ALAM KUBURNov 15, '07 10:44 AM
for everyone
Mungkin bisa menyadarkan kita untuk lebih baik.....
Mohon maaf bila sudah pernah menerimanya.......

Berapa lama Kita di alam kubur?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira
di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan
kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya
untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk
celana
ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar
sejenak
ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti
Muhammad
19-10-1915:20- 01-1965"

"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat
wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan
ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia  mendengarkan ayahnya berdo'a
untuk Neneknya...

"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk
sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yani
berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu
sudah di dalam kubur 42 tahun ... "

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana .
Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini:
19-02-1882 :
30-01-1910"

"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah",
jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya
mengangguk.
Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya
kenapa
ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah khan
semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak
dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta
persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?"

Ayahnya tersenyum, "Lalu?"
"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42
tahun
dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun
nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa
menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya
cemas ..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya,
memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang...
kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia
dikubur .... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata...

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000
tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak
menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun
ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia
akan disiksa di kubur.
Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa  ditelevisi
kemarin ia sudah tak tahan?

Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya
naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu
hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar
batuk
Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya
selimutnya.
Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima
kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan
apa yang akan datang di depannya...

"Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan
dihatiku..."


Blog EntryMENUJU TITIK TEMU MENENTUKAN 1 SYAWALOct 10, '07 11:07 AM
for everyone
Media Indonesia, 10 Oktober 2007

Penulis: T Djamaluddin, Peneliti Utama Astronomi Astrofisika, Kepala Pusat
Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lapan, Bandung, Anggota Badan Hisab
Rukyat, Depag RI

Ilmu hisab untuk menghitung posisi bulan dan matahari, sebagai bagian astronomi, bukanlah ilmu langka. Kini banyak yang menguasainya, termasuk ormas Islam, seperti Muhammadiyah, NU, dan Persis.

Bahkan dengan banyaknya program komputer, siapa pun yang bisa mengoperasikannya dengan mudah dapat menghitung posisi bulan dan matahari.
Masalahnya, tidak semua orang mengerti arti angka dalam penentuan awal bulan
Qamariyah, khususnya dalam penentuan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Kini, dengan metode astronomi yang sama, bahkan dengan program komputer, hasil hitungan pasti akan sama. Tidak peduli siapa yang menghitung, apakah Muhammadiyah, NU, Persis, atau orang awam. Terlalu naif, ada yang merasa hasil hisabnya lebih unggul dan seolah metodenya beda dengan metode ormas lain yang menggunakan rukyat. Padahal tidak ada bedanya, semua ormas bisa menghitung dengan hasil yang sama.

Dalam astronomi, yang menjadi induk ilmu hisab dan rukyat, tidak ada dikotomi hisab (perhitungan) dan rukyat (observasi). Keduanya saling mendukung dan tidak bertentangan. Kekisruhan yang terjadi dalam perbedaan penentuan Idul Fitri semata-mata lebih bernuansa kesalahpahaman hisab rukyat yang diperparah dengan ego keormasan.

Kalau kita kaji akar masalahnya, sebenarnya sederhana solusinya. Samakan kriterianya dalam menafsirkan angka-angka hasil hisab. Banyak yang pesimistis menyatukan pendapat antara Muhammadiyah dan NU, karena berbeda keyakinan dalam memahami dalil syariat. Banyak juga yang mengira sumber perbedaan adalah pertentangan antara kubu hisab dan rukyat.

Belajarlah dari ilmu induknya, astronomi, untuk menafsirkan makna angka-angka hasil hisab yang seharusnya tidak bertentangan dengan hasil rukyat. Penyatuan hasil hisab dan rukyat dalam menyimpulkan masuk awal bulan atau belum, terletak pada kriteria awal bulan. Kini ada dua kriteria yang digunakan dua ormas yang sering menimbulkan kesimpulan berbeda ketika posisi bulan di Indonesia berada pada ketinggian di antara dua kriteria tersebut,
seperti terjadi pada 2006 dan 2007.

Muhammadiyah menggunakan kriteria wujudul hilal (bulan telah wujud di atas (ufuk) dengan prinsip wilayatul hukmi (berlaku di seluruh Indonesia sebagai satu kesatuan hukum). Sementara itu, NU menggunakan ketinggian minimal 2 derajat dengan prinsip menunggu hasil rukyat. Kedua kriteria itu adalah kriteria lama yang secara astronomi dianggap ketinggalan zaman. Sebenarnya sangat memalukan bila masih ada pihak yang tetap Mempertahankannya. Apalagi bila dianggapnya sesuatu yang qath'i (mutlak benarnya) secara hukum. Kita bisa bersatu kalau kita menyempurnakan kriteria kemudian menyepakatinya
sebagai kriteria hisab rukyat yang baru. Dalam konsep ini, bukan meminta yang satu naik yang lain turun, tetapi mengajak semua pihak sama-sama maju selangkah.

Muhammadiyah

Bagaimana Muhammadiyah harus melangkah tanpa meninggalkan keyakinannya bahwa
hisab dapat digunakan sebagai penentu awal bulan. Kita coba pendekatan lain menuju titik temu. Tidak menggunakan alur lama ketika membahas dalil, tetapi alur alternatif untuk mencari titik temu.

Secara ringkas, alur alternatif itu; Dalam Alquran (QS) 2:185 diperintahkan berpuasa bila telah menyaksikan syahr (bulan kalender,month, bukan moon).
Apa tandanya syahr QS 2:189 menjelaskan tentang hilal sebagai penentu waktu bagi manusia dan penentu pelaksanaan ibadah haji. Bagaimana memanfaatkan hilal untuk penentu syahr? Muhammadiyah biasanya menggunakan QS 36:39-40
yang menjelaskan bahwa matahari tidak mungkin mengejar bulan dan malam pun tidak mungkin mendahului siang. Tafsir singkatnya, syahr dapat ditentukan ketika matahari mulai mengejar bulan (mendahului terbenam) pada peralihan siang dan malam, yaitu kriteria wujudul hilal. Ini adalah kriteria paling sederhana, tetapi mengabaikan aspek rukyat. Untuk mencari titik temu, alurnya diubah ke dalil lain yang juga kuat.

Apakah tandanya syahr, Rasulullah SAW menjelaskan secara eksplisit, "Berpuasalah bila melihatnya (hilal) dan berbukalah bila melihatnya." Maka hilal sebagai penentu syahr adalah yang terlihat. Dengan perkembangan ilmu, posisi bulan bisa dihitung dengan ilmu hisab. Lalu apa syaratnya agar terlihat? Ini dirumuskan dengan suatu kriteria imkan rukyat (kemungkinan
rukyat) atau kriteria visibilitas hilal yang didasarkan pada pengalaman rukyat jangka panjang dan dihitung dengan ilmu hisab.

Banyak ahli hisab yang terkesan antikriteria imkan rukyat, dengan ungkapan "Kalau sudah menghisab, mengapa harus membahas rukyat." Kepada mereka perlu dijelaskan, angka-angka hasil hisab tidak bisa langsung ditafsirkan menjadi awal bulan Qamariyah tanpa menggunakan kriteria. Kriteria itu bisa sekadar wujud di atas ufuk (wujudul hilal) dan bisa juga kemungkinan untuk dirukyat.
Komunitas astronomi merujuk pada kemungkinan untuk dirukyat (imkan rukyat atau visibilitas hilal). Untuk mencapai titik temu, kriteria yang harus dipilih adalah kriteria imkan rukyat. Inilah yang disebut maju selangkah, memilih kriteria yang menuju titik temu. Muhammadiyah nantinya perlu merumuskan bersama kriteria imkan rukyat yang bagaimana yang diusulkan.
Apakah berdasarkan rukyat lokal atau hasil analisis internasional.

NU

NU pun harus maju selangkah, tanpa harus mengubah keyakinan, rukyat yang menentukan. Kriteria imkan rukyat yang selama ini digunakan perlu diubah.
Kriteria 2 derajat berasal dari data pengamatan yang menyatakan hilal terendah yang berhasil diamati ketinggiannya 2 derajat. Dalam kompilasi hasil sidang isbat Depag memang ada data pada 16 September 1974 dilaporkan rukyat berhasil dilihat di 3 lokasi dengan jumlah saksi 10 orang, tanpa gangguan Venus. Hasil analisis hisab menunjukkan tinggi bulan 2,19 derajat.
Setelah itu tidak ada lagi data yang cukup meyakinkan mendukung ketinggian 2 derajat.

Analisis yang dilakukan Lapan dari kompilasi hasil sidang isbat 1962-1997 itu dijumpai kenyataan, pada umumnya tinggi bulan yang rendah hanya dilaporkan dari 1 atau 2 lokasi pengamatan dari sekian banyak titik pengamatan. Hal itu menunjukkan besarnya kemungkinan salah lihat objek bukan hilal. Bahkan sebagian di antaranya mengindikasikan pengamat terkecoh cahaya planet Venus (bintang Kejora) yang posisinya dekat posisi bulan.

Dari analisis itu diusulkan kriteria imkan rukyat dengan ketinggian bulan yang tergantung beda azimut (beda jarak horizontal di kaki langit) antara bulan dan matahari. Bila jaraknya jauh dari matahari, ketinggian minimal 2 derajat, tetapi makin dekat dengan matahari ketinggiannya harus makin tinggi, tidak pukul rata 2 derajat seperti kriteria lama. Bila bulan tepat berada di atas matahari, saat matahari terbenam ketinggiannya perlu lebih dari 8,3 derajat. Kriteria itu masih bisa dikaji ulang. Kalau kriteria limit Danjon (batas minimal jarak bulan-matahari) diperhitungkan, kriterianya akan makin mendekati kriteria internasional dengan ketinggian minimal 3 derajat.

Bila nanti kriteria imkan rukyat sudah ditetapkan, masalah lain yang harus diselesaikan adalah bila hilal sudah di atas kriteria imkan rukyat, tetapi tidak ada kesaksian hilal. Demi mencapai titik temu, Fatwa MUI 1981 dapat digunakan, seperti halnya saat sidang isbat penetapan awal Ramadan 1407/1987. Salah satu butir fatwa itu menyatakan bila ahli hisab telah sepakat bahwa malam itu sudah imkan rukyat tetapi hilal tidak dapat dilihat karena terhalang, keesokan harinya dapat ditetapkan tanggal 1 bulan baru.
Artinya, kriteria imkan rukyat cukup menentukan. NU harus maju satu langkah dengan memperbaiki kriteria imkan rukyat dan menerima fatwa MUI 1981 tersebut. Bila masih keberatan dengan fatwa MUI tersebut, perlu juga diingat bahwa kriteria imkan rukyat juga didasari pada hasil rukyat masa lalu. Jadi pada dasarnya menggunakan kriteria imkan rukyat dalam mengambil keputusan tidak berarti mengabaikan rukyat pada saat itu. Dengan kriteria imkan rukyat dapat juga ditolak kesaksian yang di bawah kriteria karena kemungkinan
terkecoh objek bukan hilal, kecuali bila dilaporkan dari banyak tempat dan tidak ada pengganggu dari planet Venus atau Merkurius.

Bersatu ber-Idul Fitri

Tampaknya, kalau pun Muhammadiyah dan NU mau maju satu langkah menunjuk titik temu kriteria imkan rukyat yang baru, implementasinya tidak bisa dilaksanakan untuk mengubah potensi perbedaan Idul Fitri 1428 H. Mekanisme organisasi tampaknya akan  Menghambatnya. Muhammadiyah tetap akan ber-Idul Fitri 12 Oktober dan NU ber-Idul Fitri 13 Oktober. Persis yang mendasarkan pada hisab, tetapi dengan kriteria imkan rukyat yang disederhanakan menjadi wujudul hilal di seluruh Indonesia, juga sudah mengumumkan Idul Fitri jatuh 13 Oktober 2007.

Pertanyaan, dengan perbedaan itu mungkinkah merayakan Idul Fitri bersama?
Jawabnya, mungkin dengan menunda salat ied agar bersama. Dalam salah satu
kesempatan rapat Badan Hisab Rukyat, wakil dari Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia menyampaikan berdasarkan saran dari ulama di Arab Saudi, mendahulukan ukhuwah (persaudaraan) yang wajib lebih utama daripada salat id yang sunah. Karenanya menunda salat id keesokan harinya demi menjaga ukhuwah sangat dianjurkan, walaupun pada 12 Oktober sudah tidak berpuasa.

Menunda salat id dalilnya merujuk pada hadis riwayat Ahmad, Abu Daud, Al-Nasai, dan Ibn Majah. Diriwayatkan Rasulullah SAW tidak melihat hilal Syawal sehingga pada hari ke-30 Ramadan itu mereka masih berpuasa. Namun, kemudian pada penghujung siang (menjelang zuhur) datanglah rombongan yang mengabarkan mereka melihat hilal. Maka, Rasul segera menyuruh mereka untuk berbuka pada hari itu dan menunaikan salat id pada keesokan harinya.

Dalil ini diperdebatkan untuk menunda salat id untuk alasan lain selain terlambat melihat hilal. Tetapi dari riwayat diketahui bahwa rombongan yang melihat hilal pun ikut menunda salat sampai melaporkannya kepada Rasul dan kemudian diperintahkan untuk salat id keesokan harinya. Alangkah indahnya kalau saudara-saudara kita yang sudah meyakini Idul Fitri jatuh 12 Oktober membatalkan puasa pada hari itu, tetapi menunda salat idnya bersama
saudara-saudara yang ber-Idul Fitri 13 Oktober. Ini bersifat ijtihadiyah.
Kalau pun salah, setelah dikaji matang-matang, tidaklah berdosa. Namun, tujuan menjaga ukhuwah (persaudaraan) dan memperkuat syiar tercapai dengan bersalat Idul Fitri bersama.

Langkah menyatukan Idul Fitri bisa dimulai dengan bersama salat id, walau berbeda keputusan mengakhiri Ramadan. Kelak, setelah kriteria imkan rukyat yang baru dapat disepakati, kita dapat mengakhiri Ramadan dan ber-Idul Fitri benar-benar bersama. Kalender Islam pun mendapatkan kepastian dan keseragaman. Kita bisa bersatu.

Blog EntrySELUK BELUK PENENTUAN 1 SYAWALSep 30, '07 12:18 PM
for everyone

Berhubung ada beberapa dalil yang berbeda tentang penentuan jatuhnya 1 Syawal, atau satu dalil namun ditafsirkan secara berbeda. Sehingga umat mengenal setidaknya dua metode, yaitu rukyatul hilal dan hisab.

Kedua metode ini seringkali melahirkan hasil yang berbeda dalam penetapan tanggal. Tapi yang lebih menarik, bahkan meski sama-sama menggunakan rukyatul hilal, hasilnya belum tentu sama. Demikian juga, meski sama-sama pakai hisab, hasil seringkali juga berbeda.

  1. Mengapa kita sekarang tidak melakukan rukyat? Sebab para ahli hisab sudah sepakat bahwa penentuan waktu sholat hasil hisab tersebut mewakili keadaannya sebenarnya dari efek sinar matahari yang menjadi pertanda datangnya waktu sholat itu.
  2. Mengapa hal yang sama tidak bisa dilakukan terhadap penanggalan bulan hijriah, tidakkah hisab bisa menghitung sampai pada waktu tertentu yang dapat mewakili keadaan sebenarnya dari penampakan hilal? Jawabannya tentu saja bisa, hanya yang jadi masalah adalah ummat belum sepakat dalam menentukan kriteria "waktu tertentu" yang bisa mewakili keadaan sebenarnya dari penampakan hilal tadi.
  3. Hal yang pertama harus diperhatikan oleh para pengguna hisab adalah, bahwa yang harus dihitung adalah pergerakan bumi – bulan – matahari sampai pada visibilitas hilal, bukan berhenti di titik konjungsi (ijtimak), yang merupakan bulan baru yang gelap dan tidak mungkin kelihatan. Bahkan tercapainya ijtimak seringkali terjadi satu hari sebelum penampakan hilal. Demikian juga masalah bulan terbenam setalah matahari terbenam, ini pun tidak berarti menunjukkan hilal akan selalu kelihatan. Kriteria utama dari terlihatnya hilal adalah sudut antara bulan dan matahari ketika matahari terbenam.
  4. Alhamdulillah sudah ada program komputer yang bisa membuat contoh/pola dimana dan kapan hilal bisa dilihat dengan mata telanjang, misalnya program mooncalculation yang dibuat oleh Dr. Monzur Ahmad. Memang ada daerah-daerah tertentu yang tidak bisa sepenuhnya dipastikan, dan dalam zona ini maka merukyat perlu dilakukan. Namun demikian dengan dengan dirumuskan 3 zona kalender Islam, maka tingkat ketidak pastian itu bisa diperkecil, sebab kesulitan menghitung kapan terlihatnya hilal di satu tempat bisa diimbangi dengan kemudahan dari titik tertentu yang masih satu zona. (lihat lampiran).
  5. Perbedaan hasil hisab dari para pengguna kriteria imkanur rukyat, sebenarnya tidak sering berbeda, justru hasil itu sering berbeda, dan memang akan banyak berbeda bila dibandingkan dengan para pengguna kriteria wujudul hilal. Sebab dari semenjak lahirnya ‘hilal’ (=bulan baru) hingga hilal itu terlihat diufuk oleh para pengamat, terkadang bisa berbeda sehari.
  6. Sebagaimana disebutkan terdahulu, bahwa pada kenyataannya, bulan baru (newmoon) yang diartikan sebagai bulan semenjak berlakunya berlakunya ijtimak. Pada saat ini, bulan sama sekali tidak kelihatan dari permukaan bumi karena seluruh bahagian yang disinari matahari membelakangi bumi. Bumi menghadap bulan yang sama sekali tidak terkena sinaran matahari.
  7. Bulan akan bergerak dari kedudukan ijtimaknya dari barat ke timur dengan kadar lebih kurang 13 derajat sehari. Atau dengan lain perkataan, bulan akan bergerak dari posisi segaris itu untuk membentuk satu sudut perpisahan antara bulan-bumi-matahari, yang dikenali sebagai sudut elonggasi.
  8. Lama kelamaan, permukaan bercahaya bulan akan mulai kelihatan sebagai hilal. Jelas bahwa parameter yang menjadi faktor kebolehnampakan (visibilitas) hilal adalah sudut elonggasi yang juga dikenali sebagai busur cahaya ( arc of light).

     

    Kriteria Visibilitas Hilal

  9. Mengenai visibilitas ini ada beberapa kriteria, diantaranya:
  10. Menurut Andre Danjon, astronom Prancis, pada tahun 1932 mengadakan telaah atas pengurangan efek tanduk bulan sabit dan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa jarak sudut bulan-matahari (busur Cahaya, arc of Light, aL) sebesar 7 derajat merupakan batas bawah hilal dapat teramati oleh mata bugil.
  11. Sementara menurut para ahli astronomi modern, hilal baru mungkin dilihat (imkan rukyat) manakala fraksi permukaan bulan yang tercahayai matahari dan menghadap ke bumi sudah sebesar 1 persen. Hal itu dicapai bila jarak relatif bulan-matahari tak kurang dari 11,5 derajat. Antara limit invisibilitas Danjon dan limit visibilitas astronom modern tsb terdapat 'jarak hampa' 4.5 derajat.
  12. Dr Muhammad Ilyas, peneliti berkebangsaan Malaysia, pada tahun 1988 mempertajam limit itu dengan menyatakan bahwa hilal sudah mungkin dirukyat jika busur cahayanya minimal 10.5 derajat pada beda azimuth 0 derajat. Dengan limit Ilyas ini, panjang 'jarak hampa' tsb berkurang menjadi 3,5 derajat. Agar hilal dapat dilihat, hilal harus berada pada suatu ketinggian yang cukup untuk dapat dirukyat (diamati) oleh semua orang yang secara geografis berada dalam wilayah (regional) yang sama.
  13. Berbeda dengan Dr. Muhammad Ilyas, Muammaer Dizer, dari penelitiannya di observatorium Kandili, mengajukan limit yang lebih tajam lagi, yakni jarak sudut bulan-matahari minimal sebesar 8 derajat dan ketinggiannya minimal sebesar 5 derajat. Sekarang jarak hampa tsb berkurang lagi jadi hanya 1 derajat saja.
  14. Konferensi Islam tentang Penyatuan Awal Bulan Qamariyah 27-30 November 1978 di Istambul rupanya mengadopsi limit Dizer ini. Keputusan konferensi itu menyatakan perlunya dua syarat untuk imkan rukyat, yakni jarak sudut bulan-matahari tidak kurang dari 8 derajat, dan kedua, ketinggiannya tidak kurang dari 5 derajat.
  15. Taqwim Standard Empat Negara Asean, yang ditetapkan berdasarkan Musyawarah Jawatan Kuasa Penyelarasan Rukyat dan Taqwim Islam Negara-negara Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, dalam lingkup MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) merumuskan kriteria yang lebih tajam, dalam penetapan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah adalah sebagai berikut: (a) tinggi bulan minimum 2 derajat; (b) jarak bulan-matahari minimum 3 derajat; dan (c) umur bulan saat maghrib minimum 8 jam.
  16. Umumnya para praktisi hisab di Indonesia, ada dua kriteria yang dijadikan acuan untuk penentuan awal bulan. Pertama, kriteria tinggi hilal yang memungkinkan hilal dapat dirukyat. Namun di antara ahli hisab sendiri belum ada kesepakatan tentang tinggi hilal yang dimaksud. Secara umum tinggi hilal adalah 2 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam. Kedua, kriteria konjungsi sebelum matahari terbenam, yang merupakan kriteria khusus untuk daerah di sekitar khatulistiwa. Dengan kriteria ini, hanya perlu dibandingkan waktu terjadinya konjungsi dengan waktu terbenamnya matahari. Disepakati usia bulan tidak kurang dari 8 jam setelah konjungsi agar hilal dapat diamati.
  17. Kriteria visibilitas hilal lainnya yang memiliki dasar-dasar ilmiah yang kokoh adalah yang ditetapkan oleh IICP (International Islamic Calendar Programme). Kriteria tersebut terbagi atas tiga bergantung pada segi yang diperhitungkan, yaitu pertama, kriteria posisi bulan dan matahari; batas-bawah tinggi hilal agar hilal dapat diamati adalah 4 derajat dengan syarat beda azimut bulan-matahari lebih besar dari 45 derajat, sedangkan bila beda azimutnya 0 derajat diperlukan ketinggian minimal 10,5 derajat. Kedua, kriteria beda waktu terbenam; hilal dapat teramati bila waktu terbenamnya minimal lebih lambat 40 menit dari waktu terbenamnya matahari. Untuk daerah di lintang tinggi, terutama di musim dingin, diperlukan beda waktu yang lebih besar. Ketiga, kriteria umur bulan dihitung sejak konjungsi; hilal dapat diamati bila berumur lebih dari 16 jam untuk pengamat di daerah tropis dan berumur lebih dari 20 jam untuk pengamat di lintang tinggi.

*dari milis tetangga*


Blog EntryKURMA, PENAHAN LAPAR DAN STROKESep 21, '07 4:15 PM
for everyone
Kurma, Penahan Lapar & Stroke

KURMA ternyata mengandung rahasia medis yang positif. Sebuah situs internet mencatat, setiap butir kurma mengandung kekayaan gizi antara lain hidrat arang, serat, kalsium, potasium, dan zat besi. Ini dianggap sudah mampu mengganti energi.

Dalam penelitiannya, Dr. dr. Wahjooetomo mengatakan, selama berpuasa, perubahan kadar gula yang terjadi dalam tubuh ternyata sangat kecil. Karenanya, kandungan potasium dalam kurma sangat signifikan untuk mengatasi kelelahan.

Seratnya cocok untuk mengantisipasi sukar buang air besar. Sedangkan teksturnya yang halus itu cukup aman bagi lambung yang sensitif dan radang usus. Bukan hanya itu, kombinasi zat besi dan hidrat arang pada buah kurma sangat baik bagi penderita anemia dan lesu kronis.

Sementara itu, di tempat lain diketahui, makanan khas Timur Tengah tersebut pun bisa menurunkan risiko serangan stroke berkat tingginya kalium.

Memang buah-buahan dikenal sebagai sumber utama vitamin, khususnya C. Kandungan energi atau kalorinya pun rendah, sebab lemak yang dikandungnya juga rendah. Namun tidak berlaku bagi kurma. Kandungan lemak pada kurma juga bisa dikesampingkan. Namun, tingginya karbohidrat menyebabkan tersedianya energi. Bahkan boleh dikatakan lebih tinggi dibandingkan sebagian jenis buah lainnya.

Selain itu, kurma mempunyai zat penting bagi metabolisme tubuh, terutama organ jantung dan pembuluh darah, yaitu kalium. Fungsi mineral ini membuat organ jantung dan pembuluh darah berfungsi baik, plus kian mengaktifkan kontraksi otot, serta membantu mengatur tekanan darah.

Hanya dengan memakan buah kurma lima butir per hari, itu sudah memenuhi persyaratan untuk kesehatan tubuh. Para peneliti menyimpulkan dengan hanya makan satu porsi ekstra makanan kaya kalium (minimal 0,4 setiap hari) risiko fatal stroke bisa diturunkan sampai 40 persen.

Batas krisis 400 mg kalium itu, sangat mudah. Anda penuhi dengan makan kurma kering sekira 65 gram saja (ekuivalen 5 buah kurma). Sebaliknya, mereka dengan konsumsi kalium kurang dari 2 gram per hari mempunyai risiko stroke fatal jauh lebih tinggi ketimbang yang lain. Menurut Dr. Louis Tobian dari Minnesota University, kalium pun bisa memberikan atau menyuplai energi dalam mencegah stroke secara langsung, terlepas kondisi tensi saat itu.

Konsumsi ekstra kalium bisa menjaga dinding arteri tetap elastis dan normal, sehingga pembuluh darah tidak mudah rusak akibat tekanan darah.

"Jadi, jelas sudah, kurma menyimpan senjata potensial antistroke dan antiserangan jantung, meskipun masih memerlukan penelitian secara komprehensif demi memastikannya," tuturnya.

Zat salisilat pun terkandung juga pada kurma. Seperti kita ketahui bahwa zat itu sering dipakai sebagai bahan baku aspirin : obat pengurang rasa sakit atau penghilang nyeri. Salisilat pun bisa memengaruhi prostaglandin (kelompok asam lemak hidroksida yang merangsang kontraksi otot polos sehingga menurunkan tekanan darah).

Ilmuwan lain selaku peneliti kurma dari aspek medis datang dari Jean Carper. Ia lewat karya tulisnya, "Your Miracle Medicine" menyoroti kurma mempunyai aktivitas seperti aspirin.

Kurma kering mempunyai kandungan aspirin alami sangat tinggi. Dalam beberapa macam buah seperti ceri, prune, dan kismis pun banyak mengandung kalium ikut beruntung karena mereka juga mengandung salisilat. Karenanya, para peneliti berharap, salisilat pada makanan seperti kurma bisa meredakan sakit kepala.

Menurut dr. Anwar El Mufti dari Mesir, kurma mengandung zat gula paling banyak yakni 70 persen serta umumnya sudah diolah alami. Karenanya, akomodatif bagi kesehatan. Sebagaimana zat gula pada buah lainnya, zat ini pada kurma mudah dicerna atau dibakar dalam tubuh sehingga menghasilkan tenaga besar. Dilihat dari proses penyerapan, zat gula pada kurma memang lain. Ia habis diserap bisa sampai pada menit ke-60 untuk jumlah tertentu. Hal yang sama terjadi dalam tempo setengahnya seperti teh manis. Karena itu, tidak perlu heran bila banyak ilmuwan mengatakan bahwa kurma bisa membuat kita lebih mampu tahan lapar. Sampai kini, masih banyak ilmuwan penasaran dengan misteri salisilat pada kurma.

Sementara itu, kita sebenarnya sangat mudah memperoleh kurma pada bulan suci Ramadan. Datangilah pasar-pasar, pusat perbelanjaan, atau bazar alias pasar murah, tentu banyak penjaja yang menawarkan kurma.

Kualitas kurma dan harganya, jelas berragam. Hal itu tergantung dari asal-usul kurma tersebut serta kemasannya. Karena, harga kurma yang dikemas dalam kardus dan dibungkus pelastik secara baik, akan berbeda dengan kurma kiloan atau kurma yang dikilo dan hanya dikemas oleh kantong pelastik.

Sungguh, kurma yang biasanya hanya dapat diperoleh di tanah suci bila ada rekan atau tetangga pulang dari ibadah haji, kini saat Ramadan banyak dijumpai kurma yang dijajakan para penjual. Untuk itulah, alangkah baiknya bila kita mengonsumi kurma saat Ramadan dan mungkin juga menyimpannya untuk persediaan kelak pasca Ramadan. (Nasrul/Bahan: Swanet, Yahoogroups, Panasea, BB)***

 


Blog EntryMARHABAN YAA RAMADHAN 1428 HSep 11, '07 11:37 AM
for everyone
Akhirnya kita dipertemukan lagi dengan bulan penuh barokah, bulan penuh ampunan, bulan penuh rakhmat. kita masih mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pahala sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan ini.

Taqoballahu minna wa minkum ya karim
Marhaban ya Ramadhan
Sucikan hati bersihkan diri, Ma'af lahir dan bathin.


Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Blog EntryTERAPI ENAM GELAS AIR Aug 3, '07 4:37 PM
for everyone

Mudah-mudahan bermanfaat


Prof. S Periasamy DIM & D ACC - Bohiraj Vedante Maharish Charity, Kantha Health And Research, Centre Karur 639006, TN
India
Tuhan telah memberi kita air yang banyak dan gratis. Tanpa mengeluarkan uang untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter, dll. Hanya minum air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan. Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini :
1.    
Sakit Kepala  * Asma    # Hosthortobics
2.    
Darah Tinggi  * Bronchitis   # Kencing Manis
3.    
Kurang Darah  * TBC Paru-paru  # Penyakit Mata

4.    
Rematik   * Radang Otak   # Pendarahan di Mata &
5.    
Lumpuh   * Batu Ginjal    Mata Merah
6.    
Kegemukan   * Penyakit Saluran Kencing # Haid tidak teratur
7.    
Radang / Sakit persendian * Kelebihan Asam Urat  # L e u k I m I a

8.    
Radang Selaput Lendir * M e n c r e t   # Kanker Peranakan
9.    
Gangguan Jantung  * D I s e n t r I   # Kanker Payudara
10 . Mabuk, Pusing, Gamang * A m b e I e n   # Radang Tenggorokan
11.  Batuk   * S e m b e l I t

Bagaimana Air Minum itu bekerja?
Meminum air minum biasa dengan metode yang benar, memurnikan tubuh manusia. Hal itu membuat usus besar bekerja dengan lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises. Bahwa mucousal fold pada usus besar dan usus kecil diaktifkan oleh metode ini, merupakan fakta yang tak terbantah, seperti teori yang menyatakan bahwa darah segar baru diproduksi oleh mucousal fold ini.

Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapa kali dalam sehari akan diserap dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah baru. Darah merupakan hal penting dalam menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur.
Bagaimana melakukan terapi ini ?  
1.    
Pagi hari ketika anda baru bangun tidur ( bahkan tanpa gosok gigi terlebih dahulu) minumlah 1.5 liter air, yaitu 5 sampai 6 gelas. Lebih baik airnya ditakar dahulu sebanyak 1.5 liter. Ketahuilah bahwa nenek moyang kami menamakan terapi ini sebagai "usha paana chikitsa". Setelah itu anda boleh mencuci muka.
2.    
Hal sangat penting untuk diketahui bahwa jangan minum atau makan apapun satu jam sebelum dan sesudah minum 1.5 liter air ini.

3.    
Juga telah diteliti dengan seksama bahwa tidak boleh minum minuman beralkohol pada malam sebelumnya.
4.        
Bila perlu, gunakanlah air rebus atau air yang sudah disaring.
Apakah Mungkin Minum 1.5 Liter Air Sekaligus?
Untuk permulaan, mungkin akan terasa sulit meminum 1.5 liter air sekaligus, tapi lambat laun akan terbiasa juga. Mula-mula, ketika latihan, anda boleh minum 4 gelas dulu dan sisanya yang 2 gelas diminum dua menit kemudian. Awalnya anda akan buang air kecil 2 sampai 3 kali dalam satu jam, tetapi setelah beberapa lama, akan normal kembali. Menurut penelitian dan pengalaman, penyakit-penyakit berikut diketahui dapat disembuhkan dengan terapi ini dalam waktu seperti tertulis di bawah ini:
@ Sembelit - 1 Hari  @ TBC Paru-Paru - 3 Bulan @ Kencing Manis - 7 Hari
@ Asam Urat - 2 Hari  @ Tekanan Darah - 4 Minggu @ Kanker - 4 Minggu

Catatan :
Disarankan agar penderita radang/ sakit persendian dan rematik melaksakan terapi ini tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam satu jam sebelum makan - selama satu minggu, setelah itu dua kali sehari sampai penyakitnya sembuh.
Kami mohon dengan sangat, metoda diatas dibaca dan dipraktekkan dengan seksama. Sebar luaskanlah pesan ini kepada teman-teman, sanak saudara, dan tetangga - karena ini merupakan persembahan pada kemanusiaan. Dengan rahmat Tuhan, setiap orang hendaknya menjalani hidup sehat.
" B
ILAMANA ANDA BERPARTISIPASI DALAM PENYEBARAN INFORMASI INI ANDA BAGAIKAN SEORANG DOKTER YANG TELAH MENYEMBUHKAN BERIBU-RIBU BAHKAN BERJUTA-JUTA MANUSIA".


Blog EntryMinum air dan HIVAug 2, '07 2:54 PM
for everyone

 

Hati-hati bagi yang terbiasa minum air putih di malam hari (sa’at akan tidur atau di tengah malam) !

Menurut Peneliti dari sumber yang terpercaya, telah dibuktikan bahwa  pada manusia bisa terjadi ‘HIV’ melalui air putih yang diminum pada Malam hari (pastinya pada sa’at akan tidur atau di tengah malam).

Para peneliti sudah mempelajari reaksinya bila manusia lelaki dan perempuan baik tua atau anak-anak) akan terjangkit ‘HIV’.

Reaksinya akan terlihat pada waktu pagi hari atau sa’at bangun tidur.

Namun setelah diteliti kembali, ternyata yang terbanyak mengalami adalah Kaum Wanita.

Dari hasil penelitian kembali ternyata penyakit tersebut adalah Hasrat Ingin Viviis (HIV).


Blog EntryTatacara, Waktu dan tempat berdo'aJul 28, '07 7:16 PM
for everyone

"Dan Tuhanmu berkata ,Berdo'alah kamu kepada-Ku, Pasti akan kuperkenankan permintaanmu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina-dina" (Q.S. Al Mu'min : 60).

       Pengertian berdo'a adalah memohon atau meminta pertolongan kepada Allah SWT, tetapi bukan berarti hanya orang yang terkena musibah saja yang layak memanjatkan do'a. Sebagai seorang Muslim kita layak berdo'a walaupun kita dalam keadaan sehat. Do'a merupakan unsur yang palin esensial dalam ibadah. Sebagaimana Sabda Rasulullah saw "Do'a itu ibadah" (H.R. Abu Daud, Tirmizi, Nasai dan Ibnu Majah). "Tiada sesuatu yang paling mulia dalam pandangan Allah, selain dari berdo'a kepada-Nya, sedang kita dalam keadaan lapang"(H.R. Al Hakim). Didalam berdo'a ada tata cara. waktu dan tempat berdo'a.

Tata cara berdo'a

  1. Menghadap Kiblat

    Hal ini berdasarkan sebuah hadis "Rasulullah datang ketempat wuquf diArafah dan ia menghadap kiblat lalu terus menerus berdo'a sehingga tenggelam matahari" 

  2. Membaca Hamdalah atau pujian, Istighfar dan membaca Shalawat

    Salah seorang Sahabat Nabi berkata : "Ketika Nabi Muhammad saw duduk dimesjid, tiba-tiba datang seorang laki-laki masuk, lalu ia shalat. Setelah selesai ia membaca doa,'Allahummaghfirlii warhamnii'. Maka waktu itu Rasulullah pun berkata, wahai kawan, engkau terburu-buru. Jika kau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah. Karena dia yang memiliki pujian itu, lalu kau baca shalawat kepadaku kemudian baru berdo'a .Kemudian datang seorang yang lain setelah shalat ia memuji Allah dan membaca shalawat untuk Nabi Muhammad saw. dan setelah itu Nabi bersabda, Berdo'alah akan dipenuhi." 

  3. Dengan suara lembut dan rasa takut

    Sebagaimana Firman Allah SWT yang berbunyi, "Berserulah (Berdo'a) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah engkau berbuat kerusakan dibumi sesudah (Allah SWT ) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak diterima) dan harap (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (Q.S. Al A'raf : 55-56) 

  4. Yakin akan dipenuhi

    Didalam berdoa kita harus yakin dan berprasangka baik kepada Allah, seperti hadis berikut ini : "Sesungguhnya Alla 'Azza wa Jalla berfirman : Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya apa bila ia berdoa kepada-Ku". 

Waktu yang paling baik

  1. Antara azan dan Iqamat.

  2. Menjelang waktu shalat dan sesudahnya.

  3. Waktu sepertiga malam yang terakhir.

  4. Sepanjang hari jum'at

  5. Antara Dzuhur dan Ashar, serta Ashar dan Maghrib

  6. Ketika Khatam membaca Al-Qur'an

  7. Ketika Turun hujan.

  8. Ketika melakukan Tawaf.

  9. Ketika menghadapi musuh dimedan perang. 

  1. Tempat-tempat yang baik untuk berdo'a

    1. Didepan dan didalam Kabah.

    2. Dimasjid Rasulullah saw.

    3. Di belakang makam Nabi Ibrahim as.

    4. Diatas bukit Safa dan Marwah.

    5. Di Arafah, di Muzalifah, di Mina dan disisi jamarat yang tiga.

    6. Di tempat-tempat yang mulia lainnya seperti Masjid atau Mushalla

 

*Forum Silahturahmi Muslim UPI*


Blog EntryDoa anda tidak terkabul ?Jul 27, '07 7:58 PM
for everyone

"Telah bersabda Nabi SAW. Sesungguhnya hamba yang berdoa itu tidak terlepas dari salah satu tiga perkara, yaitu:

(1) ada kalanya ia diampuni dosanya;


(2) atau mendapat kebaikan pada saat didunianya, yaitu dikabulkan langsung ketika masih didunia;

(3) atau mendapat kebajikan nanti diakhirat (tidak dikabulkan saat dia masih didunia tetapi menjadi simpanan baginya nanti di akhirat)".

Seorang sufi yang hidup abad VIII M bernama Ibrahim bin Adham pernah berpidato dihadapan orang banyak/jamaahnya yang kebanyakan dari mereka nyaris berputus asa karena doanya yang sudah lama belum dikabulkan.
Ibrahim bin Adham mengatakan setelah memberi salam, memuji kepada Allah SWT, dan membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW ; "Doa Anda tidak dikabulkan karena sepuluh sebab, yaitu" :

1."Kalian mengenal Allah, tetapi tidak mendatangkan hak-Nya".

2."Kalian membaca Alquran, tetapi tidak mengamalkan isinya".

3."Kalian mengatakan musuh setan, tetapi kalian mengikuti dan bersesuaian dengannya".


4."Kalian mengatakan menjadi umat Nabi Muhammad, tetapi tidak mengikuti
jejak dan perbuatannya".

5."Kalian menginginkan masuk surg, tetapi tidak
berbuat yang menghantarkannya".

6."Kalian ingin selamat dari neraka,
tetapi justru mencampakan diri kalian kedalamnya".

7."Kalian mengatakan
bahwa mati itu pasti, tetapi tidak mempersiapkan bekal untuk mati".


8."Kalian sibuk memperhatikan aib/kejelekan saudara-saudaranya, tetapi
tidak memperhatikan aib/kejelekan diri sendiri".

9."Kalian makan nikmat dari Tuhan kalian, tetapi tidak bersyukur kepada-Nya".

10. "Kalian ikut mengubur orang mati, tetapi tidak mengambil pelajaran dari padanya".

dikutip dari buku : Menjaga Cinta dan Ridha Allah yang Abadi(Sebuah Renungan Diri) yang dutulis oleh seorang milis


Blog Entry[DRAFT] berpaling ke enersi anginJul 23, '07 6:41 PM
for everyone
Pemanfaatan tenaga angin sebagai sumber energi di Indonesia bukan tidak mungkin dikembangkan lebih lanjut. Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia, total kapasitas terpasang dalam sistem konversi energi angin saat ini kurang dari 800 kilowatt.

"Kecepatan angin di wilayah Indonesia umumnya di bawah 5,9 meter per detik yang secara ekonomi kurang layak untuk membangun pembangkit listrik. Namun, bukan berarti hal itu tidak bermanfaat," kata Kepala Penelitian dan Pengembangan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Nenny Sri Utami, membacakan pidato Menteri ESDM saat membuka seminar Teknologi dan Pemanfaatan Energi Angin sebagai Peluang Usaha Baru di Bogor, Rabu (28/3).

Di seluruh Indonesia, lima unit kincir angin pembangkit berkapasitas masing-masing 80 kilowatt (kW) sudah dibangun. Tahun 2007, tujuh unit dengan kapasitas sama menyusul dibangun di empat lokasi, masing-masing di Pulau Selayar tiga unit, Sulawesi Utara dua unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka Belitung, masing-masing satu unit.

Menurut Kepala Subdirektorat Usaha Energi Baru dan Terbarukan Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) ESDM Kosasih Abbas, mengacu pada kebijakan energi nasional, maka pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) harus mampu menghasilkan 250 megawatt (MW) pada tahun 2025.

Peta potensi angin

Salah satu program yang harus dilakukan sebelum mengembangkan PLTB adalah pemetaan potensi energi angin di Indonesia. Hingga sekarang, Indonesia belum memiliki peta komprehensif, karena pengembangannya butuh biaya miliaran rupiah.

Potensi energi angin di Indonesia umumnya berkecepatan lebih dari 5 meter per detik (m/detik). Hasil pemetaan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) pada 120 lokasi menunjukkan, beberapa wilayah memiliki kecepatan angin di atas 5 m/detik, masing-masing Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Pantai Selatan Jawa.

Adapun kecepatan angin 4 m/detik hingga 5 m/detik tergolong berskala menengah dengan potensi kapasitas 10-100 kW.

"Agar lebih bermanfaat dan tepat sasaran, harus ada data potensi energi angin yang kontinu dan akurat di lokasi terpilih dengan lama pengukuran minimal satu tahun," kata Soeripno Martosaputro dari Lapan.

Menggerakkan pompa air

Sejak empat tahun lalu, salah satu lembaga swadaya masyarakat memanfaatkan kincir angin untuk menggerakkan pompa air di beberapa wilayah, seperti di Indramayu, Jawa Barat. Hingga kini, sudah 40 kincir angin berdiri di beberapa kota/kabupaten.

"Biaya investasinya sekitar Rp 60 juta hingga beroperasi. Dengan kecepatan angin kurang dari 3 meter per detik, air yang dapat dipompa sekitar 2,7 meter kubik per jamnya," kata pengembang kincir angin untuk energi pompa air Hasan Hambali. Produknya diberi nama energi gratis (EGRA).

Salah satu kincir angin EGRA yang pertama ada di Indramayu digunakan untuk mengairi kebun mangga seluas 10 hektar. Sebelum menggunakan teknologi kincir angin, air yang dipompa menggunakan mesin diesel menghabiskan biaya solar Rp 132.000 per hari. Kini, biaya pemeliharaan kincir sekitar Rp 500.000 per tahun. (GSA)


Blog EntrySEMUT DAN LALATJul 22, '07 3:24 PM
for everyone

Dari milis tetangga:

 

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta diatas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Ketika pintu rumah terbuka lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Sang lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh makanan lezat. “Saya bosan dengan sampah-sampah itu, sa’atnya menikmati makanan segar”, katanya.

Setelah kenyang sang lalat bergegas ingin keluar namun ternyata pintu kaca itu tertutup rapat.

Sang lalat pun terbang disekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak mengenal menyerah sang lalat berusaha keluar dari pintu kaca, lalat itu merayap mengelilingi dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak balik demikian terus dan terus berulang kali. Esok paginya lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh tampak serombongan semut berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan dan ketika menjumpai lalat yang tidak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai mengigit tubuh lalat itu hingga mati lalu mengangkut bangkai itu ke sarang mereka.

Dalam perjalanan seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua: “Ada apa dengan lalat ini ?, mengapa dia sekarat ?.”

“Oh itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini, sebenarnya mereka ini telah berusaha keluar, dia frustrasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat menjadi menu makanan kita.”

Semut kecil itu tampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi:”Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu telah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil ?.”

Masih berjalan sambil memanggul bangkai lalat, semut tua menjawab:”Lalat itu tak mengenal menyerah dan berusaha berulang kali, hanya saja dia melakukan cara-cara yang sama.”

Semut tua memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada yang lebih serius:”Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama dengan  mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

Makna dari fabel diatas untuk mengingatkan kita didalam meraih kemenangan adalah :

“Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, tetapi mereka melakukannya dengan cara yang berbeda yang tidak terpikirkan oleh lawannya.”

 

ndar@yahoo.com


Blog EntryTIPS BERBAKTI KEPADA ORANGTUAJul 13, '07 8:28 PM
for everyone

Adikku, ingin disayang Allah dan Rasul-Nya? Berbaktilah kepada kedua orang tua kalian. Berikut contoh-contoh praktis bentuk berbakti kepada orang tua …

  1. Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi j disebutkan bahwa memberi kegembiraan kepada seseorang mukmin termasuk shodaqoh, lebih utama lagi kalau memberi kegembiraan kepada orang tua kita.
  2. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya dibedakan berbicara kepada kedua orang tua dengan kepada anak, teman atau dengan yang lain. Berbeicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua.
  3. Tawadhu’ (rendah diri). Tidak boleh kibr (sombong) apabila sudah meraih sukses atau memenuhi jabatan di dunia, karena sewaktu lahir kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan dengan memberi makan, minum, pakaian dan semuanya.
  4. Memberi infaq (shodaqoh) kepada kedua orang tua. Semua harta kita adalah milik orang tua.
  5. Mendoakan kedua orang tua. Sebagaimana ayat: (artinya) Wahai robb-ku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu kecil. Seandainya orang tua masih berbuat syirik serta bid’ah, kita tetap harus berlaku lemah lembut kepada keduanya.

Ditulis secara ringkas dari tulisan Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas dalam buletin Al-Hujjah, Mataram ed. 56/IV/rabi;ul Akhir


Blog EntryAZAN ITU MASIH TERNGIANG DI TELINGAKUJun 30, '07 7:56 PM
for everyone
Jemie: Azan itu masih terngiang di telingaku

Sabtu 9 Juni lalu, saya datang ke Islamic Cultural Center of New York lebih awal. Selain ingin melihat dari dekat jalannya Weekend School (sekolah akhir pekan), juga sekretaris menelpon kalau ada seseorang yang ingin bertanya tentang Islam. Saya minta agar dipersilahkan datang setelah Zuhur sehingga bergabung dengan the Islamic Forum for non Muslims, tapi rupanya orang tersebut hanya bisa sebelum jam 12 siang itu.

Sekitar pukul 11 pagi masuklah seorang wanita bule dengan kerudung yang rapih. Saya sedikit terkejut sebab ketika masuk ke ruangan saya dia mengucapkan salam dengan sangat fasih, bahkan hampir saja saya mengira kalau yang bersangkutan itu adalah orang Syam
(Palestina, Jordan atau Libanon).

Saya kemudian mempersilahkannya duduk dan bertanya:
"Hi, what's your name and where are you from?" Dengan sedikit tersenyum dia menjawab: "Hi,. I am Jemie. I am from here but my parents are from Texas". Saya ingin tahu kepasihan dia dalam bersalam, maka saya tanya:
"How come you said salaam in way that's so perfect? I tended not to believe that you're an  american". "Oh..I know Arabic and speak it fluently" jawabnya cepat.

Mendengar itu, saya balik stir dari Inggris ke Arab.
"Aena darasti al Arabiyah?" tanyaku. "Darastuha fi Suriyah, lakin qabla sanawaat", jawabnya. Tanpa terasa percakapan saya dengannya memakan waktu cukup panjang dalam bahasa Arab, termasuk kenapa sampai belajar bahasa Arab di Suriah dan untuk apa. Dari penjelasannya, ternyata dia bekerja di Kementrian Luar Negeri dan sekarang ini pindah tugas di DPI (Department of Public Information) PBB New York.

Saya kemudian memulai bertanya tentang keinginannya mengetaui Islam. "I know a lot about Islam. Basically I am coming this morning because I feel this is the right time for me", katanya. "What do you mean the right time?" tanyaku. Dengan sedikit serius dia
menjelaskan: "For the last many years, about 10 years, I have been so confused and struggling within my self". "Why is that?" tanyaku dengan sedikit heran.

Tiba-tiba saja, Jemie yang tadinya nampak tegar dan selalu tersenyum itu, kini meneteskan airmata. "You know, I tried my best not to this", katanya sambil mengusap air matanya. "Why is that?" tanyaku. "This may kill my career" katanya agak gusar. Saya kemudian
bertanya dengan serius: "What do you mean killing your career?". Seolah memaksakan tersenyum, Jemie mengatakan bahwa dia khawatri kalau masuk Islam akan susah meniti karir yang lebih tinggi.

Saya kemudian bertanya lebih jauh: "Why do you think in that way?". Ternyata karena pengalaman yang dia lihat selama ini di beberapa negara Muslim.
Menurutnya, mayoritas wanita Muslim di negara-negara Muslim tidak bekerja dan lebih memperioritaskan dirinya kepada pekerjaan-pekerjaan rumah saja.

Saya kemudian mencoba menjelaskan ke Jemie bahwa tidak ada peraturan dalam Islam yang membatasi karir kaum wanita. Walau memang perlu diketahui bahwa karir itu akan dilihat kepada prioritas-prioritas tuntutan hidup. Kalau seandainya menjadi ibu rumah tangga itu
menjadi tuntutan utama bagi wanita, dan ketika dipaksakan untuk meniti karir di luar maka berarti terjadi "kesemrawutan" dalam hidup.

Dari penjelasan-penjelasan yang cukup panjnag itu nampaknya Jemie sudah banyak tahu. Cuma ada semacam ketakutan tersendiri bahwa nantinya setelah menjadi Muslim dia akan dilarang untuk berkarir. "In fact, Islam wants all Muslim women to be professional.
Didn't you read the hadith that commands the women to study as men?", jelasku.

Kini Jemie nampak lebih tenang. Hampir tidak berbicara dan bahkan beberapa kali saya pancing untuk bertanya juga tidak dihiraukan. Tiba-tiba saja sekali lagi nampak berlinang airmata dan mengatakan: "I have some thing to tell you!" "What's that?" tanyaku. Dia dengan
nampak serius sekali walaupun terus meneteskan airmata mengatakan: "When I was in Syria around ten years ago, I was so impressed with the Azan". Saya mengatakan bahwa memang azan orang-orang Suriah itu indah. "Their voice is softer than other Arabs, kata saya. "But I
swear, that azan never gone from my ear. I feel being listening to it all the time" katanya serius.

Tanpa sadar, saya langsung mengatakan "Subhanallah! ".
Ternyata dia juga sudah tahu maknanya. Saya kemudian mengatakan: "Sister, God is loving you. Your heart is being attached to the divine inspiration, and I am sure you are being  blessed with that". Nampak Jemie hanya menangis mendengar nasehat-nasehat saya itu.

Akhirnya, setelah memanggil dua saksi, Jemie dengan berlinang airmata secara resmi  menerima Islam sebagai jalan hidupnya yang baru. Allahu Akbar!

Semoga Jemie selalu dikuatkan di jalanNya! Amin!

New York, 18 Juni 2007

Syamsi Ali

Pages:123456
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help